APR (Annual Progress Report) adalah kegiatan atau aktivitas wajib yang dilakukan oleh tim SSD untuk mengetahui sejauh mana kemajuan anak dalam 1 tahun terakhir. Kemajuan yang dimaksud meliputi tentang kondisi anak dan keluarganya.

Kondisi anak terkait dengan berat dan tinggi badan, prestasi lain di sekolah dan semua kegiatan lainnya yang dilakukan anak baik di area sekolah, rumah dan lingkungan sekitarnya. Begitu juga dengan halnya tentang keluarga si anak, yaitu tentang kemajuan dan kondisi keluarga, apakah ada perubahan seperti anggota keluarga yang sudah menikah, melahirkan, meninggal atau pindah dari rumah karena ikut suami, tingginya biaya hidup yang mengharuskan pindah rumah ke tempat yang lebih nyaman dengan biaya yang mendukung atau bahkan pindah kearena harus bertugas di daerah yang lain.

Adapun tentang bagaimana APR itu di lakukan yaitu dengan cara

  • Mengambil foto tinggi badan anak

Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana perkembangan tinggi badan anak, apakah bertambah tinggi atau masih sama dengan tahun lalu sehingga bisa kita tinjau anak ini tergolong anak yang pertumbuhannya cepat atau lambat.

  • Mengambil foto berat badan anak

Ini pun dilakukan untuk meninjau perkembangan berat badan anak sehingga akan nampak perubahan dengan bertambah, berkurang atau sama dengan tahun lalu, yang nantinya akan di cari tahu lebih lanjut kenapa hal ini bisa terjadi, apakah kondisi keluarga mempengaruhi berat badannya atau tidak.

  • Mengambil foto seluruh badan secara natural

Pengambilah foto ini bertujuan untuk melihat keseluruhan badan anak, apakah terjadi kecacatan fisik atau normal seperti anak lain yang biasanya.

  • Melakukan wawancara terhadap anak dan keluarga

Ini tahap akhir dari proses pengambilan APR, disinilah kita banyak mencari dan mendapatkan informasi terkait anak dan keluarganya. Seperti kondisi keluarga, meliputi anggota keluarga, kondisi rumah, apakah menggunakan rumah pribadi, keluarga, atau rumah kontrakan. Selain itu juga berhubungan dengan hewan peliharaan, bangunan rumah yang terbuat dari apa, sumber air minum (layak atau tidak layak untuk di gunakan),bagaimana air minum itu di ambil, apakah dengan menggunakan timba atau mesin pompa air seperti sanyo. Di tambah lagi dengan penerangan yang digunakan, apakah menggunakan lampu teplok atau sumber listrik dari PLN, juga dengan kondisi toilet/WC keluarga.

Selajutnya juga infromasi terkait dengan partisipasi kelurga dalam koperasi ( koperasi kenari dari GNI, PNPM, bank, Koperasi simpan pinjam di desa atau jenis koperasi kampung lainnya). Annual Progress Report ini dilakukan atau di ambil oleh tim SSD yang merupakan salah satu divisi yang ada dalam ruang lingkup kerja Yayasan Gugah Nurani Indonesia(GNI) cabang Meulaboh Aceh Barat.

Pengambilan APR ini dilaksanakan mulai tanggal 7 November 2014 sampai dengan sekarang di 5 kecamatan, yaitu Arongan Lambalek, Wayla Barat, Kaway XVI. Johan Pahlawan, dan Meurubo. Tapi tidak semua desa dalam kecamatan itu ikut dalam APR, karena hanya beberapa desa saja yang mendapatkan APR berdasarkan data yang sudah pernah diambil dalam beberapa tahun yang lalu untuk anak- anak yang terdaftar sebagai status anak sponsor GNI. Desa itu meliputi Teupin Peuraho, Ujong Beusa, Drien Rampak, Rimba Langgeh, Seuneubok Teungoh, Gunong Pulo, Planteu, Ujong Simpang, Alue Batee, Alue Sundak, Alue Bagok, Leubok Pasi Ara, Mon Pasong, Lueng Baroe, Alue Perman, Paya Dua, Suak Ie Busoe, Lueng Puni, Kuala Bhee, Alue Kuyun, Cot Lagan, Alue Luhob, Pasi Jumpa, Cot Trueng, Alue On, Pu uk, Putim, Meuko, Simpang, Meunasah Buloh, Leuhan,Blang Beurandang, Marek, Pasi Mesjid, Gampa, Drien Rampak, Blang Pulo, Rundeng, Seuneubok, Suak Ribee, Suak Indra Puri, Ujong Kalak, Kuta Padang, Pasi Pinang, Langung, dan Peunaga.

APR ini ditujukan untuk anak-anak sponsorship dari Korea dan Jepang. Anak sponsorship Korea yang di APR tahun ini adalah 394 dan 117 Jepang. Jadi total keseluruhan anak adalah 511. Karena APR adalah kegiatan tahunan, maka dalam tahun ini yaitu APR 2015 sudah mencapai sekitar 453 (meliputi Korea dan Jepang) anak yang sudah di ambil data dari lapangan. Sementara itu yang sudah di input dan di kirim ke Head Office (HO) yang berpusat di Jakarta sekitar 313 anak untuk yang sponsorship Korea yang di input melalui sistem CMS (Child Management System). Sementara anak Jepang penginputannya menggunakan excel biasa.

APR ini juga sangat bermanfaat untuk kemajuan kita bersama dalam memantau kondisi anak dan keluarga yang bersangkutan, yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan keakraban dari semua pihak baik dari SSD atau tim lainnya.

(SSD Team Meulaboh)