Hak Anak dan Hari Anak Nasional

Anak adalah cikal bakal masa depan bagi Indonesia. Sebagai aset bangsa, dalam beberapa tahun ke depan  anak-anak akan tumbuh dan menjadi penerus bangsa. Mereka adalah calon pemimpin masa depan. Ada yang akan menjadi dokter, politisi, guru, petani, wartawan, insinyur, dan orang tua yang juga akan memiliki anak. Namun, sayangnya anak-anak Indonesia belum mendapatkan hak-hak mereka secara merata. Masih banyak anak-anak Indonesia krisis akan kelangsungan hidup, krisis pendidikan dan krisis kesehatan.

Pada tanggal 23 Juli Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN). HAN merupakan hari yang sepenuhnya menjadi milik anak Indonesia. Setiap anak memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk berkreasi dalam berbagai kegiatan positif. HAN bertujuan untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh bangsa Indonesia dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa membeda-bedakan atau diskriminatif. 

Gugah Nurani Indonesia (GNI) adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang  memberi perhatian terhadap pendidikan hak-hak anak. Yayasan GNI sudah memiliki 14 lokasi proyek pengembangan masyarakat yang tersebar di beberapa daerah Indonesia, salah satunya adalah GNI Deli Serdang yang berlokasi di Desa Bulu Cina.  Sebagai organisasi yang fokus terhadap perlindungan hak-hak anak, GNI Deli Serdang ikut serta merayakan Hari Anak  Nasional. Data anak sponsor di  GNI Deli Serdang pada bulan Juli 2013 ada sebanyak 606 anak dan 10 orang volunteer yang sekaligus menjadi kakak asuh mereka.

 

Dunia Anak GNI Deli Serdang CDP

Anak anak sponsor GNI DELI SERDANG tersebar di  22 dusun Desa  Bulu Cina. Masalah anak pada setiap dusun hampir sama diantaranya adalah keterbatasan fasilitas pendidikan, minimnya kesadaran terhadap perilaku hidup sehat dan bersih, lokasi yang sulit dijangkau, tingkat ekonomi masyarakat yang rendah dan keluarga yang broken home. Faktor-faktor tersebut yang menjadi penghambat anak-anak sponsor untuk berkembang, sementara mereka memiliki potensi  dan bakat yang harus dikembangkan.  Anak sponsor GNI Deli Serdang memiliki bakat yang berbeda-beda, ada yang pintar menari, melukis, menulis , pidato, menyanyi, dan lain-lain.

Berdasarkan hasil pengamatan GNI Deli Serdang, anak sponsor memiliki cita-cita dan impian mereka di masa depan. Ada yang ingin menjadi guru, polisi, dokter, perawat, pilot,  politisi, dan lain-lain. Mereka menginginkan rumah yang bersih dan rapi, menginginkan sekolah yang bagus, menginginkan pakaian yang bagus, dan lain-lain. Disamping itu mereka juga menginginkan keluarga yang bahagia, orang tua selalu akur dan mendapatkan kasih sayang yang lebih dari orang tua.

Dengan demikian untuk menggugah kepedulian masyarakat Desa Bulu Cina terkhusus orang tua terhadap impian anak-anak maka dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, GNI Deli Serdang mengangkat tema “Dunia yang ku Mau”. Melalui tema ini, GNI akan menyampaikan apa yang menjadi keinginan anak, masalah anak, dan kreativitas anak. GNI Deli Serdang akan mengadakan berbagai kegiatan sebagai wujud kepedulian, memberi dukungan dan semangat kepada anak-anak Desa Bulu Cina untuk senantiasa belajar meski dengan keterbatasan yang melingkupi mereka.

 

Kreativitas GNI Deli Serdang CDP

Berdasarkan keterangan diatas, staff GNI Deli Serdang CDP berusaha untuk membuat kegiatan semenarik mungkin supaya pesan dari perayaan HAN dapat tersampaikan. Proses kegiatan ini lebih dari satu bulan. Pada tanggal 05 Juli 2013 adalah awal staff GNI untuk merancang kegiatan. Setiap staff memberikan ide-ide yang menarik. Volunter dan CDC GNI Deli Serdang CDP juga ikut serta dalam mensukseskan setiap kegiatan yang telah dirancang. Pelaksanaan HAN dibagi menjadi dua yaitu kegiatan-kegiatan pra-HAN dan perayaan puncak.

 

1. Pra HAN

Parent Loving Letter

“Bapak! Terkadang aku merasa kurang mendapat perhatianmu, aku ingin diperhatikan, walaupun sedikit  aku sudah senang“. (Berlin Pergaulan Sihombing_IDN-0109-C000599)

“Kalau mama marah dan mau memukul saya, saya langsung lari dan saya tidak bandel lagi karena saya kapok dipukul terus. Ma, saya minta maaf karena saya telah bersalah kepada mama dan bapak”.  (Rendi Syahputra_IDN-0109-C000127)

“Bapak, saya sangat sedih ketika bapak menyakiti hati ibu, ketika ibu minta cerai”. (Yuki Damayanti_IDN-0109-C000160)

Demikian sekilas isi surat anak kepada orang tua mereka. Kegiatan ini sangat sederhana dan tidak terlalu sulit. Kegiatan ini dilakukan mulai tanggal 17 Juli s/d 04 Agustus 2013. Staff hanya menyediakan selembar surat cinta dan pulpen. Surat cinta dibagikan ke-10 volunter sesuai dengan jumlah anak yang mereka asuh. Staff bersama-sama volunter mendampingi setiap anak untuk menulis surat kepada orang tua mereka . Setiap anak bebas menuliskan curahan hati mereka kepada orang tua mereka, ungkapan cinta, ucapan terima kasih, cita cita mereka dan permohonan maaf.

Adapun jumlah surat yang terkumpul sebanyak 460 lembar. Dari 460 anak yang menulis surat, ada 7 anak yang terpilih untuk membacakan surat mereka pada perayaan puncak HAN. Staff juga membuat video berisikan surat mereka dan menyediakan tujuh tangkai bunga mawar untuk mendukung kegiatan ini. Ketika perayaan puncak HAN, video  ini ditayangkan dan ketujuh anak tersebut membacakan surat mereka bersamaan dengan penayangan video. Pada pertengahan pembacaan surat ini, orang tua mereka diundang untuk naik ke panggung dan diakhiri dengan pemberian bunga mawar kepada orang tua mereka. Demikian juga halnya anak-anak yang lain memberikan surat mereka langsung kepada orang tua mereka yang datang pada perayaan HAN didampingi oleh kakak asuh mereka masing-masing.

Quiz Contest

Perlombaan cerdas cermat ini dilakukan per-volunteer. Peserta quiz contest terdiri dari 10 tim. Satu tim terdiri dari 3 orang peserta. Setiap volunter menyediakan 3 orang anak yaitu terdiri dari 2 anak SD dan 1 anak SMP. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari mulai tanggal 29 Juli s/d 31 Juli 2013 yang terdiri dari  tiga sesi. Sesi pertama 5 tim dilombakan dan diambil dua tim pemenang, demikian halnya pada sesi kedua 5 tim yang lainnya dilombakan dan diambil dua tim pemenang. Pada sesi ketiga (final) keempat pemenang tersebut dilombakan kembali. Adapun soal yang dilombakan yaitu soal Matematika dan Bahasa Inggris. Bentuk soal terdiri dari soal wajib, soal kategori dan soal rebutan. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor GNI DELI SERDANG CDP dan dihadiri oleh anak-anak sponsor dan non-sponsor beserta orang tua. Pemenang (juara 1 s/d juara 4) quiz contest diumumkan pada perayaan puncak HAN dan mereka diberi hadiah berupa dictionary, diary, sertificate.

Gosok Gigi dan Cuci Tangan dengan Sabun

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2013.  GNI mengundang dua orang mahasiswi Kedokteran Gigi USU menjadi fasilitator. Semua anak dibagi menjadi dua kelompok. Kegiatan ini diawali dengan pemberian materi oleh fasilitator, bagaimana cara cuci tangan dan gosok gigi yang benar. Setelah pemberian materi, anak-anak menari, bernyanyi dan games. Kemudian setiap anak diberikan satu paket sabun, sikat gigi dan pasta gigi. Kegiatan diakhiri dengan cuci tangan dan gosok gigi massal.

Persiapan Pentas Anak

Pentas anak yang dimaksudkan disini adalah bakat-bakat anak yang akan ditampilkan pada perayaan puncak HAN. Anak-anak yang mau tampil mendaftar kepada staff, seperti puisi dan pidato. Anak yang berpuisi sebanyak dua orang dan yang berpidato satu orang. Dengan bantuan staff dan guru les mereka, puisi dan pidato mereka diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. Kemudian mereka dilatih bagaimana cara berpidato dan berpuisi secara baik.Staff juga menyediakan beberapa kegiatan untuk mengembangkan bakat yang ada pada diri anak seperti ragam profesi, tarian daerah dan modern, dan atraksi bola.

Kegiatan ragam profesi adalah pertunjukan berbagai jenis ragam profesi yang diperankan langsung oleh anak-anak. Beberapa anak akan dipilih per kakak asuh untuk mengambil peran profesi. Adapun peran yang mereka tampilkan adalah peran seorang dokter, guru, kepala sekolah, dosen, pengacara, manajer, pengusaha, sekretaris, pilot, perawat, penyanyi, polisi, dan bidan. Pesan yang mereka sampaikan dari perannya masing-masing mengenai motivasi dan dunia yang mereka mau misalnya anak yang berperan sebagai polisi berkata :

” Halo!! Kalian uda bisa tebak aku ini siapa? Aku adalah seorang polisi. Wajahku ganteng dan badanku tegap. Aku selalu dikejar kejar sama perempuan cantik.  Hehehe.. Tapi bukan itu yang penting!! Polisi tidak boleh main-main, polisi harus bisa menangkap pencuri,pembunuh, penipu. Jadi jika teman-teman ingin jadi polisi, mulai sekarang harus belajar giat dan hidup disiplin.  Karena dunia yang kumau dunia rakyatnya tertib bebas dari kejahatan“.

Mereka sangat antusias dan senang dengan kegiatan ini, sehingga staff tidak sulit untuk melatih mereka. Mereka juga tidak hanya melatih peran tetapi menari juga, karena setelah mereka tampil mereka akan menari “laskar pelangi”.

Tarian daerah yang akan ditampilkan adalah tor-tor. Mereka dilatih oleh kakak asuh mereka sementara tarian modern yang ditampilkan dilatih oleh staff GNI. Demikian halnya atraksi bola, anak anak tim bola GNI dilatih oleh staff. Mereka akan memainkan bola mereka sesuai dengan alunan musik yang diputar.

Selain kegiatan diatas, staf juga mempersiapkan video suara anak. Video ini berisikan tentang bagaimana pendapat mereka tentang keluarga, perceraian orang tua, anak gaul, sekolah, masalah anak-anak Indonesia, dan mereka juga akan menyampaikan apa cita-cita mereka dan dunia yang mereka mau. Beberapa anak bebas mengekspresikan suara mereka dan di shoot langsung oleh staff kemudian hasil shoot tersebut disusun rapi ke dalam bentuk film (movie maker).

 

2. Perayaan Puncak HAN

Perayaan puncak HAN dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2013 di lapangan PTPN II Bulu Cina. Staff,volunter dan CDC GNI bekerja sama untuk mensukseskan kegiatan ini. Satu minggu sebelumnya, GNI mengundang orang tua anak, aparat desa dan guru-guru di Desa Bulu Cina. Rentetan acara disusun secara rapi, acara puncak yang ditampilkan adalah pentas anak yang telah dipersiapkan sebelumnya. Mulai dari penampilan puisi dan pidato, ragam profesi, penayangan video, atraksi bola, menari dan pembacaan surat cinta kepada orang tua (“parent loving letter”).

Perayaan ini juga tidak hanya dimeriahkan anak anak GNI saja, melainkan anak anak yang tidak punya nomor sponsor juga. Seperti persembahan tarian kuda lumping dari SDN 101760 Bulu Cina, persembahan atraksi silat dari kelompok anak silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) di Bulu Cina dan pemberian materi konseling tentang “peran ayah” oleh konselor.

Demikian acara perayaan Hari Anak Nasional GNI Deli Serdang. Anak butuh kasih sayang dan  dukungan untuk maju karena anak adalah aset masa depan....

 

Salam,

Happy R. Pangaribuan - GNI Deli Serdang CDP