Pelatihan Berbasis Masyarakat Berdayakan Warga untuk Pengelolaan Air Bersih Secara Berkelanjutan
By Gugah Nurani Indonesia
18 September 2025
340 Views
Kulon Progo, Yogyakarta— Pada 26-29 Agustus 2025 Gugah Nurani Indonesia (GNI) CDP Yogyakarta mengadakan Pelatihan Komite Pengelolaan Air Bersih Berbasis Masyarakat di Wisma Pancoeran dengan memanfaatkan sumber air yang berkelanjutan. Dalam kegiatan ini GNI berkolaborasi dengan Sekolah Air Hujan Banyu Bening dihadiri perwakilan dari 12 kelompok PAMSIMAS (Program Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) dari 3 desa, yaitu Giripurwo, Jatimulyo, dan Pendoworejo. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kesadaran dan keterampilan praktik masyarakat dalam mengelola sumber air bersih secara mandiri dan berkelanjutan.
Diselenggarakan selama 4 hari, peserta dapat mendalami berbagai aspek pengelolaan air, dari pemanfaatan air hujan sebagai sumber air yang penting, pemasangan sistem penampungan air hujan (ISLAH), hingga penerapan teknologi elektrolisis untuk meningkatkan kualitas air.
Selain itu, peserta juga belajar mengenai konservasi sumber mata air melalui penanaman pohon gayam dan beringin. Pelatihan ini difasilitasi oleh staf GNI, tenaga kesehatan, praktisi lingkungan, serta fasilitator Sekolah Air Hujan Banyu Bening di Yogyakarta.
Panen Air Hujan untuk Kehidupan Berkelanjutan
Sekolah Air Hujan Banyu Bening telah aktif mempromosikan permanenan air hujan dan penggunaan air yang berkelanjutan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Lembaga ini dikenal dengan pendekatan berbasis komunitas/masyarakat yang diterapkan, sudah ada ratusan pemimpin lokal, rumah tangga, dan kelompok pemuda yang dilatih untuk menjadikan air hujan sebagai air yang aman dan berkelanjutan.
Dalam pelatihannya, fasilitator dari Sekolah Air Hujan mengkombinasikan teori ilmu pengetahuan dengan praktik langsung, sehingga konsep-konsep seperti filtrasi, elektrolisis, dan konservasi menjadi mudah dimengerti oleh masyarakat desa. Keikursertaan masyarakat dalam pelatihan ini memberikan pengetahuan berharga dan inspirasi bagi peserta.
Kegiatan Pelatihan
Di hari pertama pelatihan difokuskan pada pentingnya penggunaan air hujan yang aman. Peserta berbagi praktik sehari-hari yang biasanya mereka lakukan, seperti menampung air hujan dari atap rumah. Kemudian fasilitator juga memperkenalkan prinsip 5M (Menanmpung, Mengolah, Minum, Menabung, Mandiri) sebagai panduan praktik dasar pemanfaatan air hujan.
Pada hari kedua, peserta mempraktikkan pemasangan ISLAH dan menguji kualitas air dari sumber air yang berbeda di desa. Hasil dari pengujian tersebut menunjukkan air hujan memiliki kualitas lebih baik dari konsumsi rumah tangga.
Di hari ketiga, pelatihan lebih berfokus pada teknologi elektrolisis yang menunjukan bukti bahwa air hujan yang sudah melalui pemrosesan bisa bebas dari bakteri berbahaya dan baik untuk kesehatan. Selain itu, peserta juga belajar membuat alat sederhana yang bisa digunakan di rumah. Pelatihan ditutup dengan sesi konservasi mata air. Dalam kegiatan ini peserta belajar tentang peran pohon gayam dan beringin dalam menjaga cadangan air tanah dan melakukan kegiatan simbolis penyambungan bibit pohon.
Salah satu peserta, Pak Eko dari Banaran, membagikan kesannya terhadap pelatihan ini, “ Ilmu tentang konservasi air hujan ini sangat berharga untuk keberlangsungan hidup kita. Seseorang bisa hidup tanpa makanan selama sebulan tetapi tanpa air minum kita hanya bisa bertahann 4 hari saja. Ini membuktikan bahwa air sangat penting untuk manusia”
Ia juga menyampaikan harapannya untuk kerjasama di masa depan,”Jika GNI dan Sekolah Air Hujan dapat mendukung kami dengan bibit pohon, itu akan membantu menjaga kualitas air untuk generasi mendatang”.
Melalui program ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis tapi juga membangun kesadaran yang lebih kuat tentang pengelolaan air bersih sangat penting untuk kesehatan keluarga dan keberlanjutan lingkungan.
Baca juga:
Serah Terima Fasilitas E-classroom: Hasil Kerjasama POSCO International, PT ARC, Community Chest of Korea, dan GNI di Balikpapan
Air Tampungan Hujan Berbahaya untuk Anak? Cek Faktanya!
Ditulis oleh: Asfiyani MELA Officer
Diedit oleh: FD Team
ID
EN