Air Tampungan Hujan Berbahaya untuk Anak? Cek Faktanya!
By Gugah Nurani Indonesia
18 August 2025
630 Views
Air hujan kerap dianggap sebagai sumber air bersih dan alami. Namun, air hujan maupun air tampungan hujan bisa mengandung polusi dan kuman yang berisiko bagi kesehatan, terutama anak-anak.
Tanpa pengelolaan yang tepat, air tampungan hujan dapat menjadi sumber penyakit seperti demam berdarah, diare, dan infeksi kulit. Namun, di sisi lain, kondisi krisis air bersih di Indonesia membuat masyarakat tetap mengandalkan air hujan untuk kehidupan sehari-hari.
Meskipun pada tahun 2020 akses air minum layak di Indonesia sudah mencapai 90,2%, tapi akses terhadap air minum yang benar-benar aman baru sekitar 11,9%. Masalah ini semakin nyata akibat kondisi geografis, perubahan iklim, dan keterbatasan infrastruktur.
Di Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya, hanya 41,4% penduduk yang memiliki akses dasar air, sehingga banyak keluarga bergantung pada air tampungan hujan. Hal serupa juga terjadi di Kalimantan Barat, di mana lebih dari sepertiga penduduk masih mengandalkan air permukaan atau air hujan sebagai sumber utama.
Simak lebih lanjut bagaimana cara aman memanfaatkan air hujan agar tetap sehat bagi keluarga, terutama untuk anak-anak.
Apakah Air Hujan Berbahaya untuk Kesehatan?
Bahaya air hujan untuk kesehatan anak
Air hujan yang jatuh langsung dari langit bisa dikatakan cukup bersih, namun dalam perjalanannya menuju bumi air hujan bisa saja membawa polusi udara, asap kendaran, debu, hingga zat kimia dari lingkungan sekitar.
Tidak hanya itu, air hujan juga akan berbahaya ketika ditampung dalam bak atau wadah air. Air tersebut berisiko terkontaminasi berbagai mikroorganisme seperti bakteri dan jamur, serta menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk penyebab demam berdarah.
Oleh karena itu, air hujan atau air tampungan hujan sebaiknya dihindari untuk diminum atau mandi anak-anak tanpa proses penyaringan atau perlakuan khusus. Risiko kesehatan bisa meningkat terutama jika air ini dibiarkan terbuka dalam waktu lama atau wadahnya tidak bersih.
Penyakit yang Bisa Muncul dari Air Tampungan Hujan
Meskipun terlihat bersih, ternyata air tampungan hujan bisa menimbulkan beberapa penyakit sebagai berikut:
Demam berdarah (DBD): Jentik nyamuk Aedes aegypti bisa berkembang biak di air tampungan hujan yang tidak tertutup rapat, meningkatkan risiko anak terkena DBD.
Diare: Bakteri dan kuman yang tercampur dalam air hujan bisa menyebabkan gangguan pencernaan jika tertelan atau kontak dengan mulut anak.
Infeksi kulit: Air yang mengandung bakteri atau jamur dapat menyebabkan iritasi, ruam, atau luka bernanah pada kulit anak.
Gangguan pernapasan: Kelembapan dari air tampungan hujan dapat menumbuhkan jamur atau spora yang memicu alergi dan infeksi saluran pernapasan, terutama pada anak sensitif.
Amankah Anak Mandi dengan Air Tampungan Hujan?
Menurut CDC (Center for Disease Control), air hujan tidak selalu murni seperti yang sering kita bayangkan. Air yang turun dari langit dapat membawa kotoran hewan, mikroba seperti bakteri, parasit, virus, serta bahan kimia yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Studi menunjukkan bahwa setiap sampel air hujan bisa mengandung ribuan bakteri, terutama yang berasal dari feses dan berisiko menginfeksi saluran pernapasan.
Tips Aman Menggunakan Air Tampungan Hujan di Rumah
Untuk tetap memanfaatkan air hujan tanpa membahayakan kesehatan, penting untuk mengolah air hujan sebelum digunakan, terutama jika akan dikonsumsi. Berdasarkan CDC, air hujan sebaiknya melewati beberapa tahapan pengolahan:
Filtrasi: Setelah ditampung, air hujan dipisahkan dari endapan dan kotoran, kemudian disaring menggunakan media seperti pasir, arang, atau kerikil untuk menghilangkan partikel besar dan kotoran tersuspensi.
Disinfeksi Kimiawi: Untuk menjaga air tetap aman dan bebas dari kuman berbahaya seperti bakteri, virus, dan parasit, kita bisa menambahkan bahan kimia antiseptik tertentu, misalnya klorin, kloramin, atau klorin dioksida. Cara tersebut membantu memastikan air yang digunakan untuk minum atau memasak lebih sehat bagi keluarga
Distilasi: Air hujan bisa dimasak hingga mendidih, lalu uapnya dialirkan dan didinginkan untuk menghasilkan air suling (distilled water). Proses ini membuat air lebih aman untuk diminum karena bebas dari kuman dan zat berbahaya.
Selain itu, menjaga kebersihan bak penampungan, menutup wadah dengan rapat, dan rutin membersihkan filter sangat penting. Langkah-langkah ini membantu mencegah pertumbuhan jamur, bakteri, dan nyamuk, sehingga air hujan yang digunakan lebih aman bagi keluarga.
Air Tampungan Hujan Bisa Digunakan, Asal…
Air hujan dan air tampungan memiliki potensi manfaat yang besar jika dikelola dengan benar. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, air ini bisa menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak.
Dengan menerapkan langkah pencegahan, membersihkan wadah secara rutin, dan menggunakan sistem penyaringan, keluarga tetap bisa memanfaatkan air hujan tanpa mengorbankan kesehatan.
Ingat, kesehatan anak adalah prioritas utama, jadi jangan sepelekan risiko yang muncul dari air yang tampak “bersih” ini.