Mengenal Cara 25x1 Menit Agar Anak Terbuka pada Orang Tua
By Gugah Nurani Indonesia
14 November 2025
277 Views
Bagi orang tua membuat anak terbuka adalah hal yang menantang, berbagai cara mungkin sudah dilakukan agar anak mau terbuka. Apalagi ketika anak sedang menghadapi masalah atau malu mengungkapkan perasaan.
Di tengah maraknya kekerasan dan pelecehan pada anak secara langsung maupun di dunia digital, meningkatkan kekhawatiran orang tua dan orang terdekat anak. Terlebih bila anak cenderung tertutup dan tidak banyak bicara. Sebagai orang dewasa kita perlu tau lingkungan bermain dan keseharian anak untuk mengetahuinya perlu adanya komunikasi yang terbuka.
Guna mengatasi hal tersebut, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membuka komunikasi dengan anak. Salah satunya metode dari Psikolog Anak, J. Timothy Davis, punya cara agar anak terbuka pada orang tua. Caranya adalah dengan menerapkan trik atau aturan parenting 25x1 menit.
Metode kecil ini bisa membuat komunikasi lebih hangat, membangun kebiasaan anak menjadi lebih terbuka, dan mempererat hubungan tanpa terasa menekan. Yuk, pahami lebih jauh apa sih Parenting 25x1 menit itu?

Parenting 25x1 menit adalah pendekatan sederhana untuk membantu anak lebih terbuka kepada orang tua melalui percakapan singkat yang dilakukan secara rutin. Alih-alih mengandalkan pembicaraan panjang yang melelahkan, metode ini menekankan obrolan singkat berulang agar anak merasa nyaman berbagi pengalaman dan perasaannya.
Contohnya, saat pulang sekolah, Ibu atau Ayah bisa menanyakan hal sederhana seperti, “Aku dengar ada tugas belum selesai, kok bisa?” Anak mungkin menjawab singkat, “Bahasa Inggris atau matematika itu sulit.”
Mendengar jawaban itu jangan buru-buru menanggapi atau memarahi, biarkan obrolan berhenti di situ dan simpan untuk percakapan keesokan harinya.
Keesokan harinya, Ibu atau Ayah bisa melanjutkan obrolan dengan, “Aku ingat kamu bilang Bahasa Inggris itu sulit, aku dulu juga sering kesulitan.”
Ucapan tersebut bisa memicu anak untuk bercerita, sehingga orang tua bisa memahami masalah anak sebenarnya, misalnya kesulitan cara mengerjakan soal.
Cara ini bisa menjadi trik yang tepat agar anak terbuka pada orang tua karena secara tidak langsung membangun komunikasi rendah stres dan memberi anak rasa aman untuk terbuka.
.jpg)
Agar metode 25x1 menit berjalan efektif, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan supaya percakapan tetap nyaman dan anak merasa aman untuk terbuka:
Dengan memperhatikan hal-hal ini, metode 25x1 menit bisa membangun komunikasi hangat dan hubungan lebih dekat antara orang tua dan anak.
Maraknya kasus kekerasan dan pelecahan terhadap anak, kita perlu menaruh perhatian lebih pada anak tanpa memberikan batasan yang berlebihan dan membuat anak merasa tertekan. Bangun komunikasi terbuka dengan menerapkan metode di atas untuk membangun komunikasi secara natural dan perlahan.
Jadilah tempat aman dan nyaman bagi anak untuk bercerita dan bernaung! Pastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dalam perlindungan.
Baca juga:
Di tengah maraknya kekerasan dan pelecehan pada anak secara langsung maupun di dunia digital, meningkatkan kekhawatiran orang tua dan orang terdekat anak. Terlebih bila anak cenderung tertutup dan tidak banyak bicara. Sebagai orang dewasa kita perlu tau lingkungan bermain dan keseharian anak untuk mengetahuinya perlu adanya komunikasi yang terbuka.
Guna mengatasi hal tersebut, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membuka komunikasi dengan anak. Salah satunya metode dari Psikolog Anak, J. Timothy Davis, punya cara agar anak terbuka pada orang tua. Caranya adalah dengan menerapkan trik atau aturan parenting 25x1 menit.
Metode kecil ini bisa membuat komunikasi lebih hangat, membangun kebiasaan anak menjadi lebih terbuka, dan mempererat hubungan tanpa terasa menekan. Yuk, pahami lebih jauh apa sih Parenting 25x1 menit itu?
Apa Itu Parenting 25x1?

Parenting 25x1 menit adalah pendekatan sederhana untuk membantu anak lebih terbuka kepada orang tua melalui percakapan singkat yang dilakukan secara rutin. Alih-alih mengandalkan pembicaraan panjang yang melelahkan, metode ini menekankan obrolan singkat berulang agar anak merasa nyaman berbagi pengalaman dan perasaannya.
Contohnya, saat pulang sekolah, Ibu atau Ayah bisa menanyakan hal sederhana seperti, “Aku dengar ada tugas belum selesai, kok bisa?” Anak mungkin menjawab singkat, “Bahasa Inggris atau matematika itu sulit.”
Mendengar jawaban itu jangan buru-buru menanggapi atau memarahi, biarkan obrolan berhenti di situ dan simpan untuk percakapan keesokan harinya.
Keesokan harinya, Ibu atau Ayah bisa melanjutkan obrolan dengan, “Aku ingat kamu bilang Bahasa Inggris itu sulit, aku dulu juga sering kesulitan.”
Ucapan tersebut bisa memicu anak untuk bercerita, sehingga orang tua bisa memahami masalah anak sebenarnya, misalnya kesulitan cara mengerjakan soal.
Cara ini bisa menjadi trik yang tepat agar anak terbuka pada orang tua karena secara tidak langsung membangun komunikasi rendah stres dan memberi anak rasa aman untuk terbuka.
Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menerapkan 25x1
.jpg)
Agar metode 25x1 menit berjalan efektif, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan supaya percakapan tetap nyaman dan anak merasa aman untuk terbuka:
- Niat: Masuk ke obrolan dengan tujuan memahami, bukan menghakimi. Dengarkan jawaban anak dengan tulus dan ingat detail kecil untuk percakapan berikutnya.
- Nada bicara: Gunakan suara lembut dan suasana santai. Hindari selalu menegur atau mengkritik.
- Waktu: Pilih momen yang tepat, misalnya saat perjalanan mobil atau menjelang tidur, agar percakapan terasa natural dan tidak mengintimidasi.
- Batas wajar: Jangan tergoda untuk menggali habis-habisan. Lebih baik obrolan singkat tapi positif, daripada panjang tapi melelahkan bagi anak.
Dengan memperhatikan hal-hal ini, metode 25x1 menit bisa membangun komunikasi hangat dan hubungan lebih dekat antara orang tua dan anak.
Maraknya kasus kekerasan dan pelecahan terhadap anak, kita perlu menaruh perhatian lebih pada anak tanpa memberikan batasan yang berlebihan dan membuat anak merasa tertekan. Bangun komunikasi terbuka dengan menerapkan metode di atas untuk membangun komunikasi secara natural dan perlahan.
Jadilah tempat aman dan nyaman bagi anak untuk bercerita dan bernaung! Pastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dalam perlindungan.
Baca juga:
Tips Aman Mengelola dan Menyimpan Makanan Bergizi
6 Tanda Kekerasan Pada Anak yang Sering Tak Disadari
Sumber:
HaiBunda - Cara agar anak terbuka
ID
EN