Edukasi Hidup Bersih Sejak Dini: Kampanye PHBS dan Pemicuan STBM di Borong bersama GNI

thumb-1
thumb

By Gugah Nurani Indonesia

7 November 2025

278 Views

Dalam membangun generasi yang sehat, kebiasaan dan kesadaran akan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat penting untuk ditingkatkan di masyarakat. Penerapan  pun harus ditanamkan sejak dini, agar kebiasaan tersebut lebih mudah terbentuk. Oleh karena itu, diperlukan kampanye PHBS dan pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyakat (STBM) di sekolah sebagai salah satu program kesehatan untuk anak sekolah. 

Kampanye PHBS dan Pemicuan STBM untuk Anak Sekolah di Borong


Gugah Nurani Indonesia (GNI) sebagai salah satu NGO yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan bergerak di berbagai sektor, salah satunya sektor kesehatan, menyelenggarakan kampanye terkait PHBS dan pemicuan STBM. Pada 8-12 September 2025, GNI melaksanakan program ini di 3 sekolah di Borong, yaitu SDK Golo Mongkok, SDI Sita Kaca, dan SDK Jawang dengan target 300 anak.

Dalam kegiatan ini GNI Community Development Project (CDP) Borong berkolaborasi dengan 2 fasilitator yaitu dokter gigi dari Puskesmas Sita, drg. Ruth dan pegiat STBM Pak Hery. Guna memberikan promosi kesehatan dan kebersihan diri  yang komprehensif bersamaan dengan kebersihan lingkungan. 

Anak-anak mendapatkan pemaparan mengenai PHBS khususnya kebersihan dan kesehatan diri dari drg. Ruth. Sedangkan, Pak Hery memaparkan mengenai kebersihan lingkungan dan tentang lingkungan sehat yang berkaitan dengan STBM. 
 

Promosi Kebersihan dan Kesehatan yang Menyenangkan


Tak hanya berbobot, kampanye ini juga dikemas dengan cara yang menarik dan menyenangkan agar mudah dicerna oleh anak-anak.  Pada sesi drg. Ruth, anak-anak belajar mengenai cara menjaga diri agar bisa tumbuh sehat, salah satunya dengan menjaga keehatan mulut dan gigi. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak untuk praktik langsung bagaimana melakukan sikat gigi yang benar. Melalui praktik ini, kegiatan kampanye menjadi lebih menyenangkan, anak-anak sangat antusias dan gembira. 

Kemudian, pada sesi selanjutnya, Pak Hery membawakan materi mengenai pemicuan STBM dengan cara yang interaktif. Pak Heri menanyakan pada anak-anak, apa kesan mereka saat melihat makanan kotor, lingkungan kotor, air minum kotor, sampah yang tidak diolah dengan baik, perilaku buang kotoran sembarangan, dan tidak mencuci tangan. 

Guna melihat dampak buruk dari lingkungan yang kotor, anak-anak juga ditunjukkan kondisi makanan yang dihinggapi lalat dan menyebarkan kuman ke makanan yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Penggambaran langsung akan dampak buruk ini membantu anak-anak memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terdapat peningkatan kesadaran dan kebiasaan akan PHBS khususnya pada anak-anak. Sehingga, anak-anak Borong dapat tumbuh lebih sehat dengan lingkungan yang lebih bersih untuk wujudkan generasi yang lebih sehat.


Baca Juga:

Pentingnya Konsumsi Air Bersih untuk Pencegahan Stunting

Wujudkan Pembelajaran Kreatif untuk Guru PAUD: Pengembangan Kurikulum Merdeka Berbasis Kearifan Lokal Manggarai


Ditulis oleh: Vinsensius P Nangor (CDP Borong Manager)
Diedit oleh: Tim FD
 

Tags:

WhatsApp