Pentingnya Konsumsi Air Bersih untuk Pencegahan Stunting

thumb-1
thumb

By Gugah Nurani Indonesia

10 September 2025

425 Views



Pencegahan stunting menjadi isu penting karena menyangkut kualitas generasi bangsa. Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi juga berdampak pada kecerdasan, daya tahan tubuh, hingga masa depan anak. 

Salah satu faktor yang sering terabaikan adalah ketersediaan air bersih, yang sangat berpengaruh pada penyerapan gizi dan pencegahan penyakit.
 

Stunting, Masalah Serius yang Harus Dicegah


Data menunjukkan prevalensi stunting pada 2023 masih 21,5%. Target awal 2024 sebesar 14?lum tercapai, sehingga pemerintah menyesuaikan target 2025 menjadi 18%. Angka ini menandakan pencegahan stunting butuh kerja bersama melalui gizi seimbang, akses air bersih, dan sanitasi.

Jika tidak diatasi, stunting membuat anak rentan sakit, berisiko penyakit kronis di masa depan, serta mengalami gangguan kognitif dan prestasi belajar rendah. Karena itu, pencegahan sejak dini adalah kunci.

Peran Air Bersih dalam Tumbuh Kembang Anak
Air bersih sangat penting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dari kandungan hingga usia 48 bulan. Air yang tercemar bisa memicu diare atau infeksi, sehingga gizi tidak terserap optimal dan anak berisiko stunting.

Risiko Air Tercemar terhadap Kesehatan Anak
Anak yang mengonsumsi air tidak aman lebih rentan sakit dan kehilangan nutrisi penting. Sebaliknya, rumah tangga dengan akses air bersih terlindungi punya risiko stunting lebih rendah.

Air Bersih dan Penyerapan Gizi yang Optimal
Air bersih membantu tubuh menyerap nutrisi lebih baik. Sebaliknya, infeksi akibat air kotor membuat gizi terbuang. Karena itu, kebersihan air dan sanitasi rumah tangga sangat menentukan tumbuh kembang anak.
 

Kebutuhan Air Bersih untuk Anak Balita dan Keluarga

Air bersih penting bukan hanya untuk minum, tapi juga memasak, mencuci, dan menjaga kebersihan. Untuk anak, yang terpenting adalah kualitas air agar gizi bisa diserap dengan baik.

Standar Konsumsi Air Bersih yang Disarankan
Menurut Kementerian Kesehatan, kebutuhan cairan harian anak:
  • Usia 7-9 tahun: ±1.900 mL
  • Usia 10-12 tahun: ±1.800 mL
  • Usia 13-15 tahun: ±2.000 mL
Cairan ini berasal dari air minum dan makanan, dengan porsi 2/3 dari minuman.

Tips Menjaga Kebersihan Air di Rumah Tangga
Agar air tetap aman dikonsumsi keluarga, berikut langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan:
Jaga jarak sumber air minimal 10 m dari jamban/sampah.
  1. Lindungi sumber mata air dari pencemar.
  2. Rawat sumur agar tidak retak, diplester, dan tertutup
  3. Gunakan ember tertutup dan gayung bertangkai bersih.
  4. Hindari genangan, lumut, dan kotoran di sekitar sumur.
 

Strategi Pencegahan Stunting yang Efektif

Pencegahan stunting membutuhkan pendekatan menyeluruh yang tidak hanya fokus pada asupan gizi, tetapi juga didukung oleh pola hidup sehat, dan sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemangku kebijakan. Berikut beberapa strategi yang bisa dilakukan: 
  1. Pemenuhan Nutrisi & ASI: Berikan ASI eksklusif 6 bulan dan lanjutkan dengan MP-ASI bergizi.
  2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) : Biasakan cuci tangan pakai sabun, jaga sanitasi, dan gunakan air bersih.
  3. Kolaborasi Keluarga & Lingkungan: Libatkan keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah dalam program gizi dan sanitasi.

Pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dengan memberikan anak gizi yang cukup, air bersih, sanitasi sehat, dan dukungan keluarga serta masyarakat. Dengan langkah sederhana tapi konsisten, ini menjadi persiapan menyiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.

Baca juga:

Air Tampungan Hujan Berbahaya untuk Anak? Cek Faktanya!
Akses Air Bersih untuk Semua: Peresmian Fasilitas Air Bersih untuk Masyarakat Tondon
 

Sumber:

Dinkes Banyumas, Cegah Stunting dan Perbaiki Sanitasi
Unair.ac.id 

Pyfahealth.com

 

Ditulis dan diedit oleh: Tim FD
 

Tags:

WhatsApp