Menanamkan Pola Asuh Positif untuk Masa Depan Anak Meulaboh bersama GNI dan DP3AKB Aceh Barat

thumb-1
thumb

By Gugah Nurani Indonesia

7 October 2025

209 Views


Pada 18 September 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Aceh Barat bekerjasama dengan Gugah Nurani Indonesia (GNI) untuk menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) mengenai pola asuh atau pengasuhan positif. 

Semiloka yang diadakan di  Aula Teuku Umar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ini, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang konsep pola asuh positif. Selain itu, acara ini juga memiliki tujaun untuk meningkatan keterampilan orang tua/pengasuh mengenai pola asuh positif serta membangun kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kembang perlindungan anak.  

Guna memberi materi yang bernilai DP3AKB dan GNI mengundang seorang psikolog klinis, yaitu Ibu Diah Pratiwi. Terdapat sebanyak 45 peserta menghadiri acara ini, dari perwakilan instansi pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, orang tua, kader PKK, dan pengasuh. 
 

Pentingnya Pola Asuh atau Pengasuhan Positif untuk Masa Depan Anak

 
Pentingnya Pola asuh positif


Pada pemarapan materi Ibu Diah Pratiwi menjelaskan mengenai dampak pola asuh orang tua pada perkembangan anak. Beliau menjabarkan bahwa pola asuh sangat berpengaruh pada perkembangan anak. 

Kepala DP3AKB Kabupaten Aceh Barat, Bapak Abdullah, S.S, sempat membahas hal serupa dalam sambutannya. Beliau menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama anak. 

“Pola asuh bukan hanya tentang mengenai kebutuhan fisik, tetapi juga membangun fondasi karakter, kecerdasan emosional, dan ketahanan mental anak. Pengasuhan positif sangat penting karena dapat membantu anak kita untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.”, Ujar Pak Abdullah.  

Selain itu, Ibu Diah Pratiwi juga memberikan tips praktis pengasuhan, seperti penerapan disiplin positif, pengelolaan emosi yang baik dari orang tua maupun anak, dan membangun komunikasi yang efektif tanpa kekerasan. Tak hanya pemaparan, Ibu Diah Pratiwi juga mengajak para peserta Semiloka untuk refleksi diri mencari solusi dari pengalaman mereka sendiri.  
 

Lokakarya Interaktif Dua Arah

Setelah sesi seminar yang diisi oleh Ibu Diah Pratiwi, terdapat kegiatan lokakarya interaktif. Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil untuk saling berbagi dan berdiskusi memecahkan studi kasus nyata yang sering terjadi di lingkungan peserta dan sering dialami oleh pengasuh di kesehariannya. 

Setelah berdiskusi para fasilitator ikut mendampingi peserta untuk menemukan solusi yang sesuai dan sejalan dengan prinsip-prinsip pengasuhan positif. Sehingga, para peserta tahu penerapan pola asuh secara langsung dan paham cara penyelesaian masalah-masalah yang sering mereka temui. 
 

Komitmen Bersama dalam Mengubah Pendekatan Pola Asuh

 
Komitmen bersama untuk masa depan anak


Melalui Semiloka yang interaktif peningkatan dan penyebaran pemahaman mengenai pengasuhan positif ini menjadi semakin komprehensif. Untuk menutup rangkaian acara, beberapa peserta dan perwakilan penyelenggara menyampaikan testimoni dan komitmen bersama. Komitmen untuk mulai mengubah pendekatan pola asuh di rumah menjadi lebih postif. 

Para peserta berharap kegiatan serupa bisa diselenggarakan kembali secara berkala. Sebab materi yang diberikan sangat bermanfaat untuk orang tua dalam berkomunikasi dan mendidik anak. Bapak Abdullah juga menyampaikan harapannya agar Semiloka ini bisa menjadi wahana untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan best practice dalam pengasuhan anak. 

“Kita juga berharap semoga seminar ini bisa memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai prinsip pengasuhan positif serta dapat mengimplementasikan dalam kehidupann kita sehari-hari”, ujarnya. 

GNI berharap kegiatan ini bisa menjadi roda penggerak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi pertumbuhan anak. Di samping itu, harapannya melalui acara ini dapat terbentuk lingkungan yang saling support antar orang tua. Sebab perihal menciptakan lingkungan yang aman dan positif untuk anak bukan tugas satu atau dua orang saja, tapi kewajiban kita bersama. Oleh karena itu, support dan kolaborasi sangat diperlukan. 

Baca Juga:

Seminar Hari Anak Nasional Manggarai Barat: Perkuat Perlindungan Anak dengan Wujudkan Kampung Ramah Anak

Gugah Nurani Indonesia Ajak 22 Anak Sponsor dari 11 Daerah Kumpul Untuk Rayakan Hari Anak Nasional di Surabaya


Ditulis dan diedit oleh: Tim FD
 

Tags:

WhatsApp