Seminar Hari Anak Nasional Manggarai Barat: Perkuat Perlindungan Anak dengan Wujudkan Kampung Ramah Anak

thumb-1
thumb

By Gugah Nurani Indonesia

20 September 2025

231 Views

Dalam rangka selebrasi Hari Anak Nasional dan memperkuat perlindungan anak, Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) Manggarai Barat Community Development Project  (CDP) menyelenggarakan Seminar Lokakarya (Semiloka). Diadakan pada Rabu, 10 September 2025, Semiloka ini mengusung tema “Wujudkan Kampung Anak yang Ramah Perempuan dan Peduli Anak” dengan Tagline “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan semiloka ini memiliki makna penting, karena upaya mewujudkan kampung yang aman, ramah bagi perempuan, serta peduli pada anak bukanlah semata urusan sosial. Namun, juga merupakan komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang adil, setara, dan berkeadaban. Kegiatan ini dibuka dengan menggunakan adat Manggarai dan tarian adat. Masyarakat dari berbagai lapisan datang di acara ini, mulai dari perwakilan Camat Kuwus, kepala sekolah, tokoh agama, tokoh adat, guru dan anak.

Pada kesempatan ini GNI mengundang 4 narasumber, yaitu Bapak Marselinus Jebaru, S.S. selaku Kepala Dinas Sosial Pemberdayaann Perempuan dan Perlindungan Anak Manggarai Barat, dan  Bapak Fransiskus De Gomes S.Fil., M.Pd Dosen Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Prodi Pendidikan Anak Usia Dini. 

Dua narasumber lainnya ada, Bapak Aiptu I Gede Darma Wijaya selaku Wakil Kepala Polsek Kuwus, dan Ibu Cicik Sri Redjeki, Child Protection & Safeguarding Specialist GNI. Masing-masing narasumber membawakan topik-topik yang berbeda dan menarik. 
 

Strategi Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak 

 
Strategi membangun kampung ramah perempuan dan peduli anak


Bapak Marselinus Jebaru mengisi sesi pertama semiloka yang bertajuk “Strategi Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak”.  Topik ini memaparkan peran Dinas Sosial dalam perlindungan anak dan perempuan yang mencakupi perlindungan sosial, rehabilitas sosial, dan program pemberdayaan.

Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak merupakan program nasional yang bertujuan untuk menjadikan desa/kelurahan lebih aman dan setara, serta peduli pada anak dan perempuan.  Ia juga memaparkan usaha yang telah dilakukan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perlindungan dan Perlindungan Anak.

“Fokusnya adalah mencegah kekerasan, memenuhi hak dasar, dan mendorong partisipasi aktif anak dan perempuan dalam pembangunan,” 

Bagi Bapak Marselinus Jebaru, anak-anak berhak tumbuh dan berkembang secara optimal, bebas dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi. Ia juga menekankan bahwa pemenuhan hak anak adalah tanggung jawab semua pihak. 

"Itu adalah hak-hak mereka, dan wajib dihormati," ucapnya.

Dalam mewujudkan Kampung Ramah Perempuan dan Anak, beliau menjelaskan terdapat 5 strategi utama:
  1. Pertama, melakukan pencegahan dengan kekerasan dan keamanan lingkungan, dengan membentuk Satgas perlindungan perempuan dan anak di tingkat desa. Serta penyediaan rumah atau posko aman untuk korban KDRT.
  2. Kedua, pemberdayaan perempuan, melalui pelatihan UMKM, akses modal usaha, dan bantuan pemasaran berbasis digital.
  3. Ketiga, perlindungan dan pengembangan anak dengan menyediakan ruang bermain dan belajar yang aman, program stop perkawinan anak dan edukasi kesehatan reproduksi, serta layanan konseling bagi anak dan remaja.
  4. Keempat, mendorong partisipasi masyarakat melalui forum desa yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan ibu rumah tangga serta peran bapak/ayah dalam pengasuhan anak .
  5. Kelima adalah Kolaborasi dengan pemerintah dan LSM dengan membangun kerjasama dengan Dinas PPPA, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, juga menggalang dukungan dari Gereja, karang taruna, serta kelompok adat di desa.
 

Sinergi Keluarga, PAUD, dan Masyarakat dalam Perlindungan Perempuan dan Anak


Pada sesi kedua, Bapak Fransiskus De Gomes, selaku Dosen prodi PAUD, membawakan materi mengenai kolaborasi tiap lapisan masyarakat dalam perlindungan anak. Dalam materi ini beliau menekanka bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan tugas 1 atau dua pihak. Semua lapisan masyrakat memiliki tanggung jawab di dalamnya. 

Pentingnya PAUD sebagai tempat belajar yang dapat melindungi anak dari kekerasan dan peran sekolah juga dibahas pada sesi ini. Peran keluarga untuk ciptakan rumah yang aman dan penuh kasih sayang pun menjadi fokus. Di samping itu pemateri juga memberi highlight bahwa masyarakat juga berperan dalam ciptakan lingkungan sosial yang ramah dan lindungi anak dari ekspoiltasi. 
 

Peran Polisi dalam Perlindungan Perempuan dan Anak 


Masih berkesinambungan dengan topik pada sesi kedua, pada sesi ini terdapat Bapak Aiptu I Gede Darma Wijaya selaku Wakapolsek Kuwus, untuk memaparkan peran polisi dalam perlindungan perempuan dan anak. Baik dari penegakan hukum, dari pelayanan, dan penpampingan korban secara ramah dan profesional, serta pemberian sanksi pada pelaku. 

Dukungan dan pendampingan yang dilakukan melingkupi rehabilitasi sosial, bantuan hukum, dan reintegrasi sosial. I Gede Darma Wijaya juga menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan upaya preventif melalui sosialisasi kampanye anti kekerasan serta menyediakan dukungan psikologis dengan berkolaborasi dengan lembaga terkait pemulihan trauma korban. 

Wakapolsek Kuwus menekankan mengenai mekanisme penyampaian pelaporan. Pelaporan dapat dilakukan melaliui berbagai kanal, dari telepon, pesan singkat, atau laporan tertulis pada kepolisian terdekat. Sehingga, pelaporan dapat dilakukan dengan mudah dan accessible bagi seluruh masyarakat. 

"Intinya, sekecil apapun kekerasan terhadap perempuan dan anak, tidak dapat ditolerir karena merupakan kejahatan HAM," tambahnya.
 

Mewujudkan Sistem Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat 

 
Forum group discussion tentang perlindungan anak


Sesi terakhir terdapat pemaparan dari Child Protection dan Safeguarding anak dari GNI, Ibu Cicik Sri Redjeki. Pada sesi ini, Ibu Cicik menjelaskan alasan mengapa anak perlu dilindungi. Salah satunya agar anak dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal serta terlindung dari kekerasan, diskriminasi dan eksploitasi sebagai kelompok rentan. 
Selain itu, ada pula pemaparan mengenai rencana dalam mewujudkan sistem perlindungan anak berbasis masyarakat dimana semua lapisan masyarakat berpartisipasi dan bertanggung jawab pada perlindungan anak. 
 

Komitmen dan Pembentukan Forum Anak Tingkat Kecamatan Kuwus

 
Forum Anak Kuwus


Setelah 4 sesi pemaparan, peserta melakukan Forum Group Disscussion (FGD) tentang tantangan yang dihadapi oleh masing-masing peserta di lingkungannya, apa saja solusi konret yang dapat dilakukan, dan rencana aksi apa yang bisa diupayakan. 

Tak hanya itu, usai melakukan FGD para peserta diajak menandatangani komitmen bersama untuk mewujudkan Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak untuk memperkuat perlindungan anak di Manggarai Barat khususnya Kecamatan Kuwus. 

Kegiatan Seminar Lokakarya ini ditutup dengan pembentukan Forum Anak Kecamatan Kuwus. Ketua, sekertaris, dan bendahara dan koordinator tiap bidang dari Forum ini adalah murid-murid dari perwakilan tiap sekolah. Sedangkan, Camat, Kepala Kepolisian Sektor, dan Bintara Pembina Desa menjadi pelindung, dan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kuwus menjadi pembina sementara. 

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi akar yang kuat dalam perwujudan Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Manggarai Barat. Mulai dari meningkatkan kesadaran masyarakat, penguatan kapasitas stakeholder, mendorong kebijakan konkret, dan penerapan pencegahan kekerasan dan eksploitasi. 

Besar harapan kita bersama, semiloka dalam memeringati Hari Anak Nasional Tahun 2025 ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi awal dari gerakan bersama untuk mewujudkan kampung yang betul-betul aman, ramah bagi perempuan, serta peduli pada anak, sesuai cita-cita kita bersama menuju Kabupaten Layak Anak dan perlindungan Perempuan yang sesungguhnya.



Baca juga:

Pelatihan Berbasis Masyarakat Berdayakan Warga untuk Pengelolaan Air Bersih Secara Berkelanjutan

Gugah Nurani Indonesia Ajak 22 Anak Sponsor dari 11 Daerah Kumpul Untuk Rayakan Hari Anak Nasional di Surabaya

Ditulis dan diedit oleh: FD Tim

Tags:

WhatsApp