Workshop Pelestarian Mangrove: Kolaborasi untuk Masa Depan Pesisir NTB Berkelanjutan

thumb-1
thumb

By Gugah Nurani Indonesia

4 Maret 2026

99 Views

Kamis, 26 Februari 2026, Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Workshop Pelestarian Mangrove Berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Lombok Raya Mataram ini menjadi ruang strategis dalam menyelaraskan kebijakan restorasi mangrove dengan rencana pembangunan daerah serta pemberdayaan masyarakat pesisir.

Workshop berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.30 WITA. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), hingga kalangan akademisi. Fokus utama pertemuan ini adalah memperkuat rencana aksi perlindungan ekosistem mangrove yang kian terancam oleh degradasi dan alih fungsi lahan.
 

Upaya Kolaboratif untuk Masa Depan Anak


Melindungi lingkungan dan mencegah degradasi merupakan hal penting dalam mewariskan masa depan yang baik bagi anak-anak Indonesia. Gugah Nurani Indonesia berkomitmen untuk memenuhi hak setiap anak termasuk memenuhi hak akan lingkungan yang aman. Melalui pelestarian mangrove ini GNI percaya dapat memberikan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak di pesisir NTB. 

Workshop ini merupakan aksi kolaboratif dan inisiatif lokal bersama Gugah Nurani Indonesa (GNI). GNI sendiri saat ini tengah menjalankan proyek reforestasi di Teluk Kecibing, Jerowaru bersama Lembaga Pengembangan Sumber Daya Nelayan (LPSDN) Lombok Timur. Kolaborasi ini adalah bentuk dukungan GNI terhadap Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) untuk memperkuat kapasitas dan mematangkan rencana aksi KKMD. 
 

Workshop Pelestarian Mangrove


Terdapat 4 narasumber pada kegiatan ini. Narasumber pertama adalah Laksmi Fortuna, S.T., M.T., Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda NTB yang memaparkan tentang keselarasan restorasi mangrove dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB. Beliau memaparkan data teknis mengenai pola ruang NTB dan bagaimana pelestarian mangrove dapat mendukung target RPJMD. 

Selain Laksmi Fortuna, workshop ini mengundang Alis Mukhlis S.Pi., M.Si. dari Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Pada sesinya, peserta mendapat ilmu baru mengenai manfaat ekonomi hutan mangrove dari perspektif Silvofisher. Melalui pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa mangrove tak hanya memiliki nilai ekologi, tetapi juga nilai ekonomi jangka panjang dan nilai sosial. 

Setelahnya, terdapat sesi pemaparan tentang lanskap berkelanjutan serta pengelolaan dan tata kelola hutan mangrove dari narasumber terakhir, yakni Peni Agustijanto dari Rikolto Indonesia. Beliau menyoroti aspek yang lebih teknis terkait perubahan iklim dan regulasi terbaru tata kelola hutan. 

Sebagai penutup, Prof. Dr. Ir. Markum, M.Sc. dari Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) NTB mengisi materi terakhir mengenai rencana aksi perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove NTB. 
  
Dalam pemaparannya beliau menyebutkan peran mangrove, “Provinsi memiliki kawasan mangrove seluas 10.766 ha, tersebar di 6 Kabupaten. Memiliki keanekaragaman hayati dan cadangan karbon tinggi. Perannya telah terbukti besar dalam menjaga pelestarian pesisir, menopang livelihood masyarakat dan mitigasi bencana hidrometeorologi,” ujar Prof. Markum.
 

Rencana Aksi Daerah


Workshop diakhiri dengan diskusi kelompok untuk merumuskan rekomendasi langkah strategis berupa rencana aksi daerah untuk perlindungan ekosistem mangrove di masa depan yang akan diserahkan pada Pemerintah Provinsi NTB. Kegiatan diskusi berlangsung intensif, berbagai masukkan dan pendapat dari peserta mewarnai diskusi kelompok ini. 

Harapannya kegiatan ini dapat menguatkan pelestarian mangrove di NTB sehingga dapat ciptakan lingkungan yang aman dan lestari bagi generasi penerus bangsa. 


Baca Juga:

GNI Resmikan Air Bersih di Golo Lewe: Langkah 1.100 Pelari Run & Rise 2025 Berhasil Dialirkan ke Golo Lewe
Promosi Peduli Lingkungan di Medan Belawan melalui Plogging


Ditulis dan Diedit oleh: Fundraising and Communications Team

 

Tags:

WhatsApp