Tidak Ada Anak yang Tertinggal: GNI Perkuat PAUD Inklusif di Kulon Progo

thumb-1
thumb

By Gugah Nurani Indonesia

6 May 2026

69 Views

Pada 4 Mei 2026, Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) menyelenggarakan Sosialisasi Program PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Inklusif pada Senin, 4 Mei 2026, di Wisma Kusuma Wates, Kabupaten Kulon Progo. 

Inisiasi ini merupakan kolaborasi GNI dengan Good Neighbors Taiwan, Kementerian Luar Negeri Taiwan, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo. Ini merupakan langkah awal program Development of a Pilot Model for Inclusive Early Childhood Education in Kulon Progo Regency — inisiatif GNI untuk mengembangkan model percontohan PAUD inklusif yang kontekstual dan dapat direplikasi. 

Sosialisasi ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Pimpinan Daerah Aisyiyah, organisasi profesi HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia), IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia), dan IGABA (Ikatan Guru 'Aisyiyah Bustanul Athfal), para lurah wilayah dampingan, serta kepala sekolah dan guru PAUD, dengan total 80 pemangku kepentingan yang turut membangun rencana kolaborasi lintas sektor.
 

Upaya Memberikan Ruang Belajar untuk Setiap Anak


PAUD Inklusif adalah layanan pendidikan yang menyatukan anak-anak berkebutuhan khusus dan anak-anak lainnya dalam satu lingkungan belajar sehingga bisa menciptakan lingkungan inklusi yang menghilangkan batas-batas perbedaan. Pada PAUD ini keberagaman dan aksesibilitas setiap anak menjadi fokus utama, dimana tiap anak dapat merasa diterima dan diberikan dukungan sesuai kebutuhannya masing-masing.

"Setiap anak berhak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, bahkan sejak usia dini, tanpa kecuali anak-anak dengan kebutuhan khusus. Melalui program ini, kami ingin mendorong pendidikan di Kulon Progo lebih inklusif, termasuk guru-guru yang nanti akan mendampingi anak-anak," ujar Makrus Ali, Manajer Yayasan Gugah Nurani Indonesia CDP (Community Development Project) Yogyakarta.

Program ini dilatarbelakangi oleh temuan asesmen GNI yang menunjukkan kesenjangan layanan PAUD bagi anak berkebutuhan khusus di Kulon Progo. Dari 858 layanan PAUD di 12 kapanewon, baru 55 anak dengan kebutuhan pendidikan khusus yang tercatat mengikuti layanan PAUD pada tahun ajaran 2025/2026 — angka yang diperkirakan belum menggambarkan kondisi sesungguhnya. Tantangannya mencakup penerimaan sosial, kapasitas pendidik, ketersediaan sarana adaptif, dan koordinasi lintas sektor.
 

Menciptakan Lingkungan Inklusif yang Berkelanjutan


GNI berkomitmen mendampingi 20 satuan PAUD menuju implementasi inklusif melalui penyediaan fasilitas aksesibel, penguatan bahan ajar, pelatihan guru, dan kampanye kesadaran publik. Program ini menargetkan 174 pendidik PAUD untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan, serta 600 perwakilan masyarakat dari 12 kapanewon untuk terlibat dalam kampanye hak pendidikan anak berkebutuhan khusus. Dalam pelaksanaannya, GNI bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai mitra akademik.

Sebagai tindak lanjut, peserta akan terlibat dalam penyusunan modul pembelajaran PAUD Inklusif berbasis kearifan lokal Kulon Progo yang akan disebarluaskan kepada jejaring guru PAUD di seluruh kabupaten. GNI berharap inisiatif ini menjadi model pembelajaran inklusif yang berkelanjutan dan dapat dikembangkan lebih luas.


Baca juga:

Membangun Mimpi Anak Jeneponto: Peresmian Reading Corner untuk Masa Depan Literasi Anak

Tingkatkan Kualitas Sekolah, PT KOMIPO Energy Indonesia dan GNI Resmikan 3 Sekolah Hasil Renovasi Program CSR di Cilegon
 

Ditulis oleh: Hendi Rintoko - Project Facilitator, Yogyakarta
Diedit oleh: Fundraising & Communications Dept. 


 

Tags:

WhatsApp