Membangun Mimpi Anak Jeneponto: Peresmian Reading Corner untuk Masa Depan Literasi Anak
By Gugah Nurani Indonesia
1 Mei 2026
64 Views
Pada 9 April 2026, peresmian dan serah terima Reading Corner di UPT SDN 20 Bangkala, Kabupaten Jeneponto dilakukan antara Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) bersama Pemerintah Kabupaten Jeneponto. Rehabilitasi Reading Corner ini merupakan program sektor edukasi Gugah Nurani Indonesia, untuk tingkatkan literasi.
Acara peresmian ini dihadiri oleh Direktur Eksekutif GNI, Ibu Fransisca Sianturi, dan Bupati Jeneponto Bapak Paris Yasir, SE, ME. sebagai perwakilan dari organisasi dan juga pemerintah daerah serah terima Reading Corner. Kolaborasi ini bertujuan untuk membantu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Peresmian ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan simbolis dari GNI kepada pemerintah daerah, yang kemudian diteruskan hingga ke pihak sekolah.

Literasi adalah jembatan bagi pendidikan yang menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk lepas dari rantai kemiskinan. Namun, di tengah kemajuan teknologi saat ini yang seharusnya mempermudah akses pendidikan, justru tantangan dalam meningkatkan literasi menjadi kian besar, khususnya di pedalaman dan di pesisir seperti di Jeneponto.
Menyadari hal ini Gugah Nurani Indonesia menginisiasi rehabilitasi fasilitas reading corner yang ada di UPT SDN 20 Bangkala. Dalam sambutannya, Ibu Fransisca menekankan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan mengeja kata, melainkan sebuah gerbang untuk membuka peluang dan menumbuhkan harapan.
Selain itu, fasilitas ini dirancang sebagai ruang indoor yang mendukung pengembangan kognitif, kreativitas, serta keterampilan sosial-emosional anak. Total terdapat 171 siswa, 8 guru, dan 3 tenaga didik yang menjadi penerima manfaat rehabilitasi Reading Corner ini.
Ke depannya Reading Corner akan dibuka untuk masyarakat. Diestimasi akan ada 30 anak yang ikut kegiatan Reading Corner di sore hari setiap minggunya. Kegiatan tersebut akan difasilitasi oleh fasilitator yang telah dilatih oleh CDP Jeneponto pada bulan Mei mendatang.

Bupati Jeneponto, Paris Yasir, menyampaikan apresiasi mendalam atas intervensi cerdas GNI di wilayah Bangkala. Beliau menyoroti tantangan serius terkait tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS) di Jeneponto.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk mensinergikan program GNI dengan kebijakan daerah, termasuk rencana pembatasan penggunaan gawai pada anak serta pengalokasian anggaran untuk memastikan anak-anak yang putus sekolah dapat kembali mengenyam pendidikan formal maupun non-formal melalui paket A, B, dan C.
GNI berharap fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi menjadi ruang tumbuh bersama di mana anak-anak Jeneponto dapat berdiskusi dan berani bermimpi lebih besar.
"Dari Jeneponto, kami berharap akan lahir nama-nama besar yang dikenal dunia nanti," ujar Ibu Fransisca.
Setelah direhabilitasi, keberhasilan program ini kini berada di tangan pihak sekolah dan masyarakat untuk menjaga serta merawat fasilitas tersebut, memastikan aliran pengetahuan terus mengalir bagi generasi saat ini hingga masa yang akan datang. Dengan kerja sama yang ikhlas dan kolaboratif, masa depan cerah anak-anak Jeneponto bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan yang sedang diwujudkan bersama.
Baca Juga:
Acara peresmian ini dihadiri oleh Direktur Eksekutif GNI, Ibu Fransisca Sianturi, dan Bupati Jeneponto Bapak Paris Yasir, SE, ME. sebagai perwakilan dari organisasi dan juga pemerintah daerah serah terima Reading Corner. Kolaborasi ini bertujuan untuk membantu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Peresmian ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan simbolis dari GNI kepada pemerintah daerah, yang kemudian diteruskan hingga ke pihak sekolah.
Pentingnya Literasi Bagi Pendidikan

Literasi adalah jembatan bagi pendidikan yang menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk lepas dari rantai kemiskinan. Namun, di tengah kemajuan teknologi saat ini yang seharusnya mempermudah akses pendidikan, justru tantangan dalam meningkatkan literasi menjadi kian besar, khususnya di pedalaman dan di pesisir seperti di Jeneponto.
Menyadari hal ini Gugah Nurani Indonesia menginisiasi rehabilitasi fasilitas reading corner yang ada di UPT SDN 20 Bangkala. Dalam sambutannya, Ibu Fransisca menekankan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan mengeja kata, melainkan sebuah gerbang untuk membuka peluang dan menumbuhkan harapan.
Fasilitas Reading Corner
Reading Corner ini dibangun untuk menciptakan ruang nyaman bagi anak untuk membaca, sehingga bisa meningkatkan minat membaca. Di era kemajuan teknologi di mana anak-anak semakin akrab dengan perangkat digital, GNI secara strategis tetap menyediakan buku fisik dan alat permainan edukatif. Berdasarkan data, membaca buku fisik terbukti memiliki kelebihan dalam membantu anak mengingat serta memahami materi dengan lebih baik dibandingkan dengan buku digital.Selain itu, fasilitas ini dirancang sebagai ruang indoor yang mendukung pengembangan kognitif, kreativitas, serta keterampilan sosial-emosional anak. Total terdapat 171 siswa, 8 guru, dan 3 tenaga didik yang menjadi penerima manfaat rehabilitasi Reading Corner ini.
Ke depannya Reading Corner akan dibuka untuk masyarakat. Diestimasi akan ada 30 anak yang ikut kegiatan Reading Corner di sore hari setiap minggunya. Kegiatan tersebut akan difasilitasi oleh fasilitator yang telah dilatih oleh CDP Jeneponto pada bulan Mei mendatang.
Kolaborasi untuk Pendidikan Anak Jeneponto yang Lebih Cerah

Bupati Jeneponto, Paris Yasir, menyampaikan apresiasi mendalam atas intervensi cerdas GNI di wilayah Bangkala. Beliau menyoroti tantangan serius terkait tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS) di Jeneponto.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk mensinergikan program GNI dengan kebijakan daerah, termasuk rencana pembatasan penggunaan gawai pada anak serta pengalokasian anggaran untuk memastikan anak-anak yang putus sekolah dapat kembali mengenyam pendidikan formal maupun non-formal melalui paket A, B, dan C.
GNI berharap fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi menjadi ruang tumbuh bersama di mana anak-anak Jeneponto dapat berdiskusi dan berani bermimpi lebih besar.
"Dari Jeneponto, kami berharap akan lahir nama-nama besar yang dikenal dunia nanti," ujar Ibu Fransisca.
Setelah direhabilitasi, keberhasilan program ini kini berada di tangan pihak sekolah dan masyarakat untuk menjaga serta merawat fasilitas tersebut, memastikan aliran pengetahuan terus mengalir bagi generasi saat ini hingga masa yang akan datang. Dengan kerja sama yang ikhlas dan kolaboratif, masa depan cerah anak-anak Jeneponto bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan yang sedang diwujudkan bersama.
Baca Juga:
Sharing Concert: Kolaborasi Korea - Indonesia dalam Berbagi untuk Membuat Dampak Besar bagi Anak
Ditulis dan diedit oleh: Fundraising and Communication Dept.
ID
EN