Pencegahan Pernikahan Usia Dini dengan Curhat bersama Konselor Sebaya

thumb-1
thumb

By Gugah Nurani Indonesia

10 April 2025

633 Views


Pernikahan usia dini merupakan masalah besar di Indonesia. Berdasarkan data UNICEF pada 2023 jumlah perempuan di Indonesia yang menikah di bawah usia 18 tahun ada sebanyak 25,53 Juta. Hal ini membuat Indonesia menduduki peringkat 4 dalam kasus perkawinan anak terbanyak di dunia. 

Tak hanya merenggut cita-cita anak, masalah ini dapat mengancam kesehatan fisik maupun mental mereka. Pernikahan usia dini sering kali menjadi celah timbulnya masalah lainnya seperti kekerasan pada anak. Guna menyelesaikan permasalahan ini, Classroom of Hope (COH) dan Gugah Nurani Indonesia (GNI) bekolaborasi bersama melalui program Peer Counselor atau Konselor Sebaya. 
 

Program Peer Counselor untuk Cegah Pernikahan Usia Dini

Program ini bertujuan untuk mencegah perkawinan usia muda melalui kelompok Peer Counselor. Anak-anak sering kali sungkan untuk bercerita dengan orang tua atau guru Bimbingan Konseling (BK), sehingga perlu dibentuk peer counselor di sekolah.  

Peer Counselor merupakan murid terpilih yang menjadi tempat aman bagi murid-murid sebayanya untuk bercerita dan mengkonsultasikan masalahnya. Mulai dari masalah keluarga, ekonomi, hingga masalah dengan teman sebayanya. Peer Counselor juga merupakan mediator dan role model bagi murid-murid lainnya, mereka akan membimbing teman-temannya untuk menerapkan nilai-nilai yang sesuai dengan norma. 
 

Seleksi Peer Counselor


Pihak Gugah Nurani Indonesia melakukan pemilihan anggota Konselor Sebaya pada 19 Desember 2024 lalu. Melalui pemilihan tersebut terdapat 12 murid yang terpilih dari 2 sekolah, SMPN 2 Gangge dan SMPN Satap 4 Gangge. Total ada 8 murid SMPN 2 Gangge dan 4 murid SMPN Satap 4 Gangge yang menjadi anggota Peer Counselor. 
Saat tahap seleksi, kandidat mengisi kuisioner. Hasil jawaban dari kuisioner tersebutlah yang menjadi penentu pemilihan Peer Counselor. Selain itu, diskusi dengan pihak sekolah juga menjadi penentu dalam tahap seleksi ini. 
 

Pelatihan Peer Counselor


Guna mencapai tujuan dalam pencegahan pernikahan usia dini pada teman-teman sebayanya, para Peer Counselor mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas sebagai koordinator dan fasilitator. 

Capacity building untuk Peer Counselor dilaksanakan selama 5 hari dari 24-28 Februari 2025 di Lombok Utara. Pelatihan ini difasilitasi oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Nusa Tenggara Barat 

Selama 5 hari para Peer Counselor belajar mengenai konsep Youth Circle, tanggung jawab dan kode etik anak sebagai fasilitator, manajemen konflik, inklusivitas, dan bagaimana cara menangani topik sensitif dengan baik. Ada juga sesi simulasi dimana para partisipan langsung melakukan praktek dalam menghadapi situasi nyata dengan menerapkan metode yang telah mereka bepalajri sebelumnya. 

Tak hanya itu, pada pelatihan ini peserta didorong untuk menemukan masalah-masalah yang dapat menjadi resiko mengganggu proses belajar siswa dari lingkungan keluarga maupun masyarakat. Sebagai Konselor Sebaya yang menjadi wadah terpercaya teman sebayanya, para Peer Counselor juga belajar bagaiaman cara memahami berbagai karakter teman sebayanya yang akan mereka temukan selama menjalankan program ini. 

Pada pelatihan ini peserta tak hanya mengevaluasi proses fasilitasi mereka juga diminta untuk membuat strategi berkelanjutan sehingga program ini dapat berjalan terus di lingkungan komunitas mereka. 

Pelatihan ini mebuat para Peer Counselor menjadi lebih percaya diri dan lebih baik dalam memahami peran dan tanggung jawab mereka untuk membawa perubahan. Melalui program ini COH dan GNI beraharap dapat mencegah pernikahan usia dini di Lombok. 

Baca juga:

Pahlawan Lingkungan: Membentuk Generasi Peduli Lingkungan di Sekolah
Gugah Nurani Indonesia Ajak Keluarga Tingkatkan Gizi Anak Lewat Pangan Lokal dalam Good Nutrition Day

Sumber: VOA
Ditulis dan diedit oleh: FD Team

Tags:

WhatsApp