Pulihkan Semangat Anak-Anak Pascabanjir, ITDC dan Gugah Nurani Indonesia Gelar Trauma Healing di Mandalika
By Gugah Nurani Indonesia
17 Maret 2026
10 Views
Pada 28 Februari 2026, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bergerak dalam upaya pemulihan sosial pascabanjir ekstrem yang terjadi di Pulau Lombok. Berkolaborasi dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), ITDC menyelenggarakan kegiatan Trauma Healing bagi anak-anak terdampak di Mandalika Child Learning Center (MCLC).
.jpg)
Sebelumnya, pada 23-24 Februari 2026, curah hujan di daerah Lombok meningkat hingga memiliki intensitas tinggi. Hal ini memicu genangan di 10 dusun Desa Kuta serta 9 titik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Rumah-rumah, baju, dan peralatan sekolah anak pun ikut terendam. Kegiatan sekolah dan produktivitas masyarakat pun ikut terhambat. Oleh karena itu, kegiatan trauma healing ini dilaksanakan untuk mendampingi anak-anak terdampak.
Kegiatan trauma healing ini dirancang untuk memulihkan kondisi emosional anak-anak setelah menghadapi bencana, melalui dongeng interaktif dan bermusik. Hal ini membantu anak untuk membangun kembali rasa aman. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelangsungan pendidikan, ITDC juga membagikan 58 paket peralatan sekolah. Sehingga bisa meningkatkan semangat dan motivasi anak untuk belajar kembali.
Di samping itu, anak-anak juga diajak menggambar bersama untuk mengekspresikan diri dan menyalurkan kreativitas mereka. Pada kegiatan ini juga disediakan konsumsi untuk berbuka puasa yang didukung oleh Pullman Lombok Mandalika.
Mulai dari koordinasi penutupan akses jalan dan pemantauan intensif untuk pembersihan sisa banjir secara bertahap untuk mengembalikan fungsi kawasan. Sehingga, masyarakat dapat beraktivitas untuk menggerakan perekonomian keluarganya dan anak-anak dapat kembali bersekolah serta bernaung di rumah masing-masing dengan rasa aman.
Harapannya, dengan hadir di tengah masyarakat dan memberikan bantuan nyata, kegiatan ini bisa membantu masyarakat pulih dan bangkit lebih cepat.
Baca juga:
Ditulis dan Diedit oleh: Fundraising and Communications Dept.
Bantuan Cepat pada Anak Terdampak Banjir
.jpg)
Sebelumnya, pada 23-24 Februari 2026, curah hujan di daerah Lombok meningkat hingga memiliki intensitas tinggi. Hal ini memicu genangan di 10 dusun Desa Kuta serta 9 titik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Rumah-rumah, baju, dan peralatan sekolah anak pun ikut terendam. Kegiatan sekolah dan produktivitas masyarakat pun ikut terhambat. Oleh karena itu, kegiatan trauma healing ini dilaksanakan untuk mendampingi anak-anak terdampak.
Kegiatan trauma healing ini dirancang untuk memulihkan kondisi emosional anak-anak setelah menghadapi bencana, melalui dongeng interaktif dan bermusik. Hal ini membantu anak untuk membangun kembali rasa aman. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelangsungan pendidikan, ITDC juga membagikan 58 paket peralatan sekolah. Sehingga bisa meningkatkan semangat dan motivasi anak untuk belajar kembali.
Di samping itu, anak-anak juga diajak menggambar bersama untuk mengekspresikan diri dan menyalurkan kreativitas mereka. Pada kegiatan ini juga disediakan konsumsi untuk berbuka puasa yang didukung oleh Pullman Lombok Mandalika.
Kolaborasi untuk Masyarakat
Selain paket peralatan sekolah dan kegiatan trauma healing, 70 paket sembako juga dibagikan kepada warga di Kecamatan Pujut sebagai bantuan darurat. Berbagai kolaborasi juga dilakukan untuk mempercepat pemulihan.Mulai dari koordinasi penutupan akses jalan dan pemantauan intensif untuk pembersihan sisa banjir secara bertahap untuk mengembalikan fungsi kawasan. Sehingga, masyarakat dapat beraktivitas untuk menggerakan perekonomian keluarganya dan anak-anak dapat kembali bersekolah serta bernaung di rumah masing-masing dengan rasa aman.
Harapannya, dengan hadir di tengah masyarakat dan memberikan bantuan nyata, kegiatan ini bisa membantu masyarakat pulih dan bangkit lebih cepat.
Baca juga:
Workshop Pelestarian Mangrove: Kolaborasi untuk Masa Depan Pesisir NTB Berkelanjutan
Bantuan Psikososial untuk Anak Terdampak Bencana Sumatera
Ditulis dan Diedit oleh: Fundraising and Communications Dept.
ID
EN