Hyundai dan GNI Resmikan Fasilitas Produksi Pelet Plastik di Hyundai Wanajaya Waste Recycling Center, Dorong Ekonomi Sirkular di Kabupaten Bekasi

thumb-1
thumb

By Gugah Nurani Indonesia

17 October 2025

448 Views

Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) bersama Hyundai Motor Company (HMC), melalui kolaborasi dengan Gugah Nurani Indonesia (GNI), resmi membuka Fasilitas Produksi Pelet Plastik di Hyundai Wanajaya Waste Recycling Center (WRC), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada 16 Oktober 2025. 

Inisiatif ini merupakan bagian dari program global Creating Shared Value (CSV) “Hyundai Continue”, yang bertujuan mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Acara peresmian dihadiri oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Bupati Kabupaten Bekasi, Ade Kuswara Kunang, Presiden Direktur PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), Hyunchul Bang, Ketua Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), Mathilda Antoinette Buisan, serta jajaran pimpinan dan perwakilan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan koperasi Masyarakat.
 

Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ekonomi Sirkular

 
Pemberdayaan Masyarkat melalui Ekonomi Sirkular


Peresmian fasilitas baru ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan keberlanjutan Hyundai di Indonesia. Fasilitas ini memperluas fungsi Hyundai Wanajaya WRC yang sebelumnya didirikan sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Hyundai untuk mendorong daur ulang sampah dan pemberdayaan masyarakat.
Fasilitas baru ini akan mengolah limbah plastik menjadi pelet plastik bernilai ekonomi tinggi yang dapat dijual kembali oleh masyarakat sekitar, sehingga menciptakan model ekonomi sirkular yang konkret. Sehingga, sampah tidak lagi dianggap sebagai beban, tetapi sebagai sumber penghasilan.

Presiden Direktur HMMI, Hyunchul Bang, menyampaikan apresiasinya atas dukungan kuat dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan:
“Peresmian fasilitas ini bukan hanya tentang teknologi daur ulang, tetapi tentang harapan dan keberlanjutan. Melalui kolaborasi dengan GNI dan dukungan pemerintah daerah, kami ingin menunjukkan bahwa penanganan sampah bisa menjadi peluang ekonomi nyata bagi masyarakat. Ini sejalan dengan filosofi global Hyundai, Progress for Humanity.”

Ia menjelaskan bahwa sejak didirikannya Hyundai Wanajaya WRC, misi Hyundai adalah mewujudkan pengelolaan sampah yang tidak hanya mengurangi polusi lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui kerja sama dengan GNI, fasilitas baru ini akan mengolah sampah plastik menjadi pelet plastik bernilai ekonomi tinggi yang dapat dijual untuk menghasilkan pendapatan tambahan bagi warga sekitar.

“Dengan mengubah sampah plastik menjadi pelet plastik yang bernilai, kami menciptakan model ekonomi sirkular yang sesungguhnya — di mana sampah menjadi sumber daya, dan masyarakat memperoleh peluang ekonomi baru. Inisiatif ini sejalan dengan visi Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Daerah Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi, serta visi global Hyundai yaitu Progress for Humanity,” tambahnya.
 

Sambutan Hangat Pemerintah Daerah

 
Sambutan dari Pemerintah Daerah


Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan dalam pidatonya,
“Inisiatif pihak industri dalam mengelola dan memanfaatkan sampah plastik yang bisa dijual kembali sambil menjaga lingkungan seperti yang dilakukan Hyundai dengan membangun pusat daur ulang sampah perlu diapresiasi. Semoga Langkah ini juga diikuti oleh banyak pabrik lainnya di Jawa Barat dan ke depannya fasilitas ini bisa terus beroperasi dan berkontribusi positif ke Masyarakat.”

Pemerintah daerah menyambut positif hadirnya fasilitas ini sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah dan peningkatan kesejahteraan.
Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, dalam sambutannya menyampaikan dukungannya:
“Kabupaten Bekasi sebagai pusat industri terbesar di Asia Tenggara membutuhkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Inisiatif ini menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan solusi berkelanjutan dari tingkat komunitas.”

Pemerintah Kabupaten Bekasi sangat mendukung inisiatif ini sebagai langkah strategis antara Pemerintah Kabupaten Bekasi, Hyundai Motor Company (HMC), Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) dan Gugah Nurani Indonesia (GNI) guna mewujudkan ekonomi sirkular dan berkelanjutan.
 

Tumbuhkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lokal

 
Kemandirian ekonomi masyarakat lokal


Sebagai mitra pelaksana di lapangan, GNI berperan dalam pendampingan masyarakat, pembentukan koperasi, serta pelatihan operasional WRC.
Ketua Yayasan GNI, Mathilda Antoinette Buisan, menegaskan komitmen GNI dalam mendukung transformasi ini:

“Kolaborasi bersama Hyundai ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor swasta dan lembaga sosial dapat bergandengan tangan untuk menciptakan solusi yang inklusif dan berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dari perubahan.”

Difasilitasi oleh GNI, pengelolaan Hyundai Wanajaya WRC dan fasilitas produksi pelet plastik ini akan dilakukan oleh koperasi multi-pihak, yang memastikan masyarakat sekitar tetap menjadi bagian penting dari kegiatan operasional. Model pengelolaan koperasi ini bertujuan menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Dalam kerja sama bersama Hyundai, Gugah Nurani Indonesia (GNI) juga membentuk koperasi lokal dengan memberikan bantuan dan supervisi di proses perekrutan, pelatihan, dan pendidikan. Fasilitas ini juga akan menjadi pusat edukasi daur ulang bagi operator bank sampah, warga setempat, dan pelajar, guna menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Gugah Nurani Indonesia menyadari bahwa ini adalah langkah awal yang baik untuk menciptakan kemandirian ekonomi untuk masyarakat lokal, bagaimana inisiatif ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak baik kepada masyarakat secara langsung. Melalui fasilitas ini juga, Hyundai dan GNI menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung tujuan lingkungan Indonesia dan tumbuh bersama masyarakat sekitar pabrik.

Dengan terbentuknya koperasi multi-pihak, pengelolaan fasilitas akan dijalankan secara mandiri oleh komunitas lokal, dengan supervisi dari GNI dan dukungan teknis dari Hyundai. Selain memproduksi pelet plastik, WRC juga akan difungsikan sebagai pusat edukasi daur ulang bagi pelajar, operator bank sampah, dan warga sekitar.
Langkah ini menegaskan bahwa keberlanjutan bukanlah sekadar retorika, melainkan aksi kolaboratif lintas sektor yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Tags:

WhatsApp