Wujudkan Surabaya Kota Ramah Anak melalui Sosialisasi Perlindungan Anak di Semampir
By Gugah Nurani Indonesia
22 May 2025
361 Views
Maraknya kasus perlindungan anak di Indonesia, menyadarkan kita bahwa kesadaran akan perlindungan anak di bumi pertiwi masih rendah. Bahkan, berdasarkan Indeks Perlindungan Anak (IPA) tahun 2022, Indonesia baru mencapai 63,3%. Bahkan, sekitar 3,64% anak usia dini di Indonesia pernah mendapat pengasuhan yang tidak layak.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan dapat menutunkan beberapa kasus yang terjadi di masyarakat seperti tawuran, pelecahan seksual pada anak, perkawinan anak, meningkatnya angka putus sekolah, dan kasus lainnya. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya upaya pencegahan, maka gerakan perlindungan anak dapat terus terimplementasikan.

Sejak September-Desember 2024 lalu, Gugah Nurani Indonesia telah melaksanakan sosialisasi terkait perlindungan anak. Materi yang disosialisasikan mencakup tema Pencegahan kekerasan pada anak, pernikahan dini, putus sekolah, kecanduan game, dan NAPZA.
GNI berhasil melakukan sosialisasi tentang perlindungan anak di 70 RW Kecamatan Semampir. Terdapat sekitar 1,837 orang yang hadir dalam sosilisasi ini. Kolaborasi ini sukses meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perlindungan anak, peningkatan yang terjadi mencapai 20-25%.
Selain sosialisasi, guna menindak lanjuti kegiatan tersebut, GNI bekerjasama dengan Mahasiswa Universitas Muhammadiya Malang (UMM), FISIP, Prodi Sosiologi dalam pembuatan media poster. Poster ini berisi pesan edukasi terkait isu-isu yang telah disosialisasikan. Poster yang disepakati warga disebarluaskan di 70 RW Kecamatan Semampir.
Tak hanya merasa dibersamai, kegiatan sosialisasi ini mendorong munculnya pusat pembelajaran keluarga di Kecamatan Semampir. “Terima kasih untuk GNI, melalui kegiatan ini mendorong munculnya 33 pusat pembelajaran keluarga (PUSPAGA) RW yang aktif dari 70 RW di Semampir” Ibu Vera, Kasi Kesra Kecamatan Semampir
Hal yang sama juga disampaikan oleh Bapak Imzak selaku Lurah Ampel, “Bersyukur dari sosialisasi ini akhirnya ada gerakan bersama untuk program menyemangati warga dalam pencegahan kasus-kasus kekerasan anak di wilayah Kelurahan Ampel”.
Baca Juga:
Ditulis dan diedit oleh: Tim FD
Sumber: CendrawasihPos
Liputan6
Kolaborasi dalam Tingkatkan Perlindungan Anak Indonesia
Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlindungan anak kolaborasi merupakan salah satu kunci penting. Oleh karena itu, Gugah Nurani Indonesia turut berkolaborasi dengan Pemerintah Lokal Surabaya, untuk melakukan implementasi perlindungan anak khususnya di Kecamatan Semampir melalui sosialisasi.Melalui sosialisasi ini, diharapkan dapat menutunkan beberapa kasus yang terjadi di masyarakat seperti tawuran, pelecahan seksual pada anak, perkawinan anak, meningkatnya angka putus sekolah, dan kasus lainnya. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya upaya pencegahan, maka gerakan perlindungan anak dapat terus terimplementasikan.
Pelaksanaan Sosisalisasi Perlindungan Anak
Sejak September-Desember 2024 lalu, Gugah Nurani Indonesia telah melaksanakan sosialisasi terkait perlindungan anak. Materi yang disosialisasikan mencakup tema Pencegahan kekerasan pada anak, pernikahan dini, putus sekolah, kecanduan game, dan NAPZA.
GNI berhasil melakukan sosialisasi tentang perlindungan anak di 70 RW Kecamatan Semampir. Terdapat sekitar 1,837 orang yang hadir dalam sosilisasi ini. Kolaborasi ini sukses meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perlindungan anak, peningkatan yang terjadi mencapai 20-25%.
Selain sosialisasi, guna menindak lanjuti kegiatan tersebut, GNI bekerjasama dengan Mahasiswa Universitas Muhammadiya Malang (UMM), FISIP, Prodi Sosiologi dalam pembuatan media poster. Poster ini berisi pesan edukasi terkait isu-isu yang telah disosialisasikan. Poster yang disepakati warga disebarluaskan di 70 RW Kecamatan Semampir.
Membersamai Masyarakat
Di era digital ini, permasalahan anak dan remaja semakin banyak dan rumit. Tak banyak orang tua teredukasi cara menanganinya. Adanya kegiatan ini masyarakat jadi merasa mereka tidak sendirian menghadapi masalah anak yang saat ini semakin banyak. Masyarakat juga sangat aktif berpatisipasi dalam diskusi untuk menyelesaikan isu-isu perlindungan anak selama kegiatan berlangsung.Tak hanya merasa dibersamai, kegiatan sosialisasi ini mendorong munculnya pusat pembelajaran keluarga di Kecamatan Semampir. “Terima kasih untuk GNI, melalui kegiatan ini mendorong munculnya 33 pusat pembelajaran keluarga (PUSPAGA) RW yang aktif dari 70 RW di Semampir” Ibu Vera, Kasi Kesra Kecamatan Semampir
Hal yang sama juga disampaikan oleh Bapak Imzak selaku Lurah Ampel, “Bersyukur dari sosialisasi ini akhirnya ada gerakan bersama untuk program menyemangati warga dalam pencegahan kasus-kasus kekerasan anak di wilayah Kelurahan Ampel”.
Baca Juga:
Berikan Dampak Lebih Luas: Kini Orang Tua Murid Juga Ikut Belajar Pengolahan Sampah Dapur
Pencegahan Pernikahan Usia Dini dengan Curhat bersama Konselor Sebaya
Ditulis dan diedit oleh: Tim FD
Sumber: CendrawasihPos
Liputan6
ID
EN