Berikan Dampak Lebih Luas: Kini Orang Tua Murid Juga Ikut Belajar Pengolahan Sampah Dapur
By Gugah Nurani Indonesia
19 May 2025
355 Views
Guna membawa perubahan pada lingkungan sekitar, kita perlu memberikan pendidikan yang bersifat komprehensive dan semua harus ikut terlibat. Itulah yang berusaha Classroom of Hope dan Gugah Nurani Indonesia tanamkan pada Program School Green Warrior.
Dari Green Warriors menuju Green Families
Sebelumnya pada Desember lalu, para Green Warrior disiapkan menjad kader lingkungan dengan belajar mengenai jenis-jenis sampah dan cara membedakannya. Kini giliran orang tua dari para Green Warriors dan orang tua murid lainnya belajar untuk menjaga lingkungan.Pelatihan Pengolahan Sampah untuk Orang Tua Murid

Kegiatan ini berlangsung sejak 7-8 Maret 2025 di SDN 1 Rempek dan SD IQ Darul Mustafa. Total terdapat 70 orang tua murid yang hadir pada acara ini, terdapat 35 peserta di masing-masing sekolah.
Tujuan dari kegiatan ini beberapa di antaranya adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya orang tua murid mengenai sistem pengelolaan sampah. Karena memberikan pelatihan dan sosialisasi pada anak tidak cukup untuk membuat perubahan besar pada lingkungan. Maka dari itu, orang tua juga harus berperan aktif untuk menjaga lingkungan.
Selain itu, pada kegiatan ini para orang tua murid belajar bagaimana cara membuat tumblr kompos dan pupuk cair organik serta cara mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos untuk tanaman.
Pelatihan Seru Melalui Praktik dan Games
Tak hanya belajar melalui teori, pada pelatihan ini, para peserta langsung belajar cara mempraktikannya. Fasilitator pada pelatihan kali ini adalah Ibu Fauziana. Ibu Fauziana menjelaskan tipe-tipe sampah dapur yang dapat menjadi pupuk kompos dan cara membuat wadah pengomposan. Kegiatan ini juga diramaikan dengan games pemilahan jenis-jenis sampah, seperti:- Sampah kertas
- Sampah PET (Polyethylene Terephthalate) —botol plastik minuman
- Sampah PP (Polypropylene)— obat botol plastik
- Sampah HDPE (High-Density Polyethylene)—seperti kantong plastik kresek
- Sampah Residu
Dorongan untuk Penerapan Ilmu di Rumah
Para partisipan sangat antusias dan aktif selama kegiatan, dari berdiskusi hingga memberika pertanyaan kepada fasilitator. Tak hanya itu, untuk mempraktikan kembali apa yang sudah mereka pelajari, kami menyediakan wadah kompos, wadah tanaman, bibit tanaman seperti cabai, tomat, kale, dan bayam untuk di bawah ke rumah oleh setiap orang tua murid.
Para orang tua murid juga setuju untuk membawa 1 botol pupuk setiap bulan untuk tanaman di halaman sekolah. Guna meningkatkan antusias dan keberlanjutan edukasi, pihak sekolah akan melakukan monitoring progress kompos dan tanaman yang telah diberikan pada orang tua murid.
Semoga melalui pelatihan ini langkah kita untuk menjaga lingkungan, menuju bumi yang asri semakin dekat. Yuk, mulai jadi pahlawan lingkungan mulai dari lingkungan sekitarmu!
Baca juga:
Akses Air Bersih untuk Semua: Peresmian Fasilitas Air Bersih untuk Masyarakat Tondon
Muhammad Valerian: Ingin Menjadi Inspirasi untuk Anak Meulaboh
ID
EN