Kelulusan Peserta Program Bahasa Korea POSCO 1% Foundation bersama GNI Buka Akses Global bagi Pemuda Cilegon

thumb-1
thumb

By Gugah Nurani Indonesia

11 January 2026

132 Views

Cilegon, 22 December 2025 – POSCO 1% Foundation resmi meluluskan 82 peserta dari Batch 1 Program Bahasa Korea kolaborasi bersama Pemerintah Kota Cilegon dan  Gugah Nurani Indonesia. 

Acara kelulusan dilaksanakan di Gedung Human Resource Development Center PT Krakatau POSCO yang dihadiri oleh Plt Asisten Daerah 1 Kota Cilegon, Bambang Hario Bintan, Ketua Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Mathilda Antoinette Buisan, dan Human Resource & General Affair Director PT Krakatau Posco, Iip Arief Budiman.

Pada acara kelulusan ini dimeriahkan dengan penampilan para peserta program membawakan berbagai kebudayaan Korea. Selain itu, terdapat penganugerahan penghargaan juga kepada peserta terbaik yang mendapatkan Best Student Award dan pemberian sertifikat kepada para peserta. 

Diresmikan pada 14 Agustus 2025, program ini didirikan untuk memperkuat kapasitas ketenagakerjaan pemuda Cilegon dan memperluas akses pendidikan Bahasa Korea. Tak hanya sekedar pendidikan bahasa, program ini bertujuan menjadi wadah dalam membuka pintu peluang untuk masa depan yang lebih baik. Dengan memiliki keterampilan Bahasa Korea para pemuda dapat bersaing di kancah global. 

Selain itu, program ini juga berfokus pada persiapan pemuda lokal untuk bekerja dan mendapatkan pelatihan di Korea untuk membangun lingkungan pendidikan yang berkelanjutan dan mendorong pengembangan masyarakat. Dengan membuka peluang, harapannya program ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cilegon kedepannya. 

Plt Asisten Daerah 1 Kota Cilegon, Bambang Hario Bintan, mewakili Wali Kota Cilegon dalam pidatonya menyampaikan bahwa kerjasama ini adalah bentuk sinergi bersama lintas pihak guna mewujudkan peluang kerja nyata bagi anak-anak dan masyarakat di Kota Cilegon,

“Dalam misi pemerintah daerah Kota Cilegon, terdapat 6 misi, misi yang pertama terkait dengan pendidikan formal dan informal, untuk menciptakan infrastruktur dan kualitas pendidikan. Kemudian terkait juga dengan pendidikan, ini sesuai dengan misi ketiga Pemerintah Kota Cilegon untuk menciptakan lapangan kerja dalam rangka mengentaskan pengangguran di Kota Cilegon. Jadi program ini salah satu upaya kolaborasi dan integrasi antar pihak untuk mencapai misi pertama dan misi ketiga dan kami berharap kerjasama ini terus berkelanjutan”

Durasi program pelatihan ini berlangsung antara 3-6 bulan, lama durasi bergantung pada kurikulum dan kategori kelas. Terdapat 3 kelas pada program ini, yaitu Kelas EPS TOPIK untuk persiapan kerja migran ke Korea Selatan, Kelas Umum yang berfokus pada fokus pada penguasaan bahasa sehari-hari, dan Kelas Teenager yang diikuti oleh anak-anak Pesantren dan Panti Asuhan Yayasan Maulana Hasanudin. Tak hanya kelas bahasa, program ini juga menyediakan Korean Cultural Class untuk mempelajari kebudayaan Korea. 

Human Resource & General Affair Director PT Krakatau Posco (PT KP), Iip Arief Budiman, menyampaikan terkait dampak baik dari kegiatan ini serta apresiasinya atas dukungan kuat dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan:

“PT Krakatau Posco menyadari betul bahwa kehadiran industri harus memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar dan juga berdampak, sehingga program-program (POSCO1% Korean Class Language Program) seperti ini yang kami harapkan terus berkelanjutan baik dari sisi jumlah peserta maupun rencana pembelajaran kedepannya. Karena ini adalah sumbangsih kami dari Krakatau POSCO untuk membuka peluang kepada anak-anak dan masyarakat di Cilegon untuk mendapatkan akses pekerjaan yang lebih luas dan lebih menjanjikan kedepannya. Selain itu, kami juga sangat apresiasi segala bentuk dukungan dari Pemerintah Kota Cilegon terkait inisiatif baik yang kami lakukan saat ini bersama Gugah Nurani Indonesia” 

Guna menunjang pembelajaran dan penerapan Bahasa Korea lebih baik, program ini menghadirkan guru asal Korea. Sehingga, peserta dapat belajar langsung dari penutur asli bahasa yang dipelajari. 

Tak hanya itu, seluruh kelas yang disediakan bersifat gratis disponsori oleh POSCO 1% Foundation sebagai donor. Sehingga, peserta tidak dipungut biaya sepersen pun selama mengikuti program ini. 

Gugah Nurani Indonesia berperan sebagai implementor dan mitra strategis dalam memastikan program pemberdayaan masyarakat ini dirancang, dijalankan, dan dimonitor secara berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat yang optimal, khususnya dalam pengembangan kapasitas dan daya saing pemuda di Cilegon. Melalui pembukaan akses kelas bahasa ini, Gugah Nurani Indonesia turut berkontribusi dalam menciptakan kesempatan yang lebih merata bagi pemuda Cilegon untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan global, serta menjemput peluang masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Gugah Nurani Indonesia juga akan memastikan keberlanjutan program melalui penguatan kolaborasi multipihak, peningkatan kualitas kurikulum dan pendampingan, serta pemantauan dampak secara berkala, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong kemandirian dan kesiapan pemuda Cilegon dalam menghadapi peluang masa depan yang lebih baik.

Ketua Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Mathilda Antoinette Buisan, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terkait program ini:

“Atas nama Yayasan Gugah Nurani Indonesia, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada POSCO 1% Foundation dan Pemerintah Kota Cilegon atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk berkolaborasi dan menjadi rekan kerja dalam program ini. Kepercayaan ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami. Program ini bukan sekadar kelas bahasa. Ini adalah jembatan peluang—membekali pemuda Cilegon dengan keterampilan yang relevan, memperluas akses pendidikan, dan membuka pintu menuju masa depan yang lebih baik, termasuk kesempatan bekerja dan belajar di kancah global.”

Program ini adalah contoh nyata kolaborasi strategis multipihak antara sektor industri, pemerintah, dan lembaga sosial yang memiliki tujuan dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan sumber daya dan pemberdayaan masyarakat lokal. Keberhasilan 82 peserta ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pemuda lokal untuk menyambut peluang yang ada dan membuka kerjasama antara pihak lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 


Baca Juga:

Dari Enrekang Menuju Negeri Ginseng: Perjalanan Kopi Tobalu di Pasar Global
Tingkatkan Kualitas Sekolah, PT KOMIPO Energy Indonesia dan GNI Resmikan 3 Sekolah Hasil Renovasi Program CSR di Cilegon


Ditulis dan Diedit oleh: Tim F&C Dept.

 

Tags:

WhatsApp