Dukungan Ibu di Balik Panggung Pentas
By Gugah Nurani Indonesia
12 Januari 2026
162 Views
Pada 18 Desember lalu, kelompok siswa binaan bersama Gugah Nurani Indonesia (GNI) melalui Mandalika Child Learning Center (MCLC) tampil untuk pertama kalinya di hadapan banyak orang.
Tempat ini menjadi sarana bermain dan belajar anak-anak untuk mendapatkan haknya. Salah satu program MCLC adalah pengembangan minat dan bakat melalui pertunjukan seni lokal. Selama beberapa bulan terakhir, anak binaan MCLC belajar berbagai kesenian dari menari dan bermain musik hingga akhirnya mereka dapat menampilkan kebolehannya di acara 18 Desember 2025 lalu.
.JPG)
Penonton dari berbagai kalangan datang, ada Orang tua, teman, dan kerabat dekat hadir memberikan dukungan kepada anak-anak binaan MCLC, terutama dari sosok orang tua yang setia menunggu dengan doa dan harapan.
Salah satunya adalah Inaq Reni, seorang ibu yang dengan gugup berdiri di pinggir panggung, menantikan giliran anaknya tampil menari. Rasa cemas perlahan berubah menjadi kebanggaan. Raut wajahnya tak mampu menyembunyikan haru ketika sang anak dengan percaya diri menarikan tarian dengan indah di hadapan penonton.
“Saya sangat bangga dan terharu melihat anak saya berani tampil di depan banyak orang,” tutur Ibu Inaq Reni. Sehari-hari Ibu Inaq Reni berjualan di sekitar Pantai Kuta dan bertani, melihat anaknya dapat bersinar dan bahagia menjalani apa yang anaknya suka, membuatnya merasa amat bangga.
Baginya, dukungan adalah bentuk cinta yang tak bersyarat. “Saya akan selalu mendukung apa pun kegiatan anak di MCLC, harapan saya anak bisa lebih giat berlatih dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai pelajar.”
Ia bersyukur anak mengikuti kegiatan di MCLC dan dapat menerangi panggung dengan senyum dan penampilannya. ia sepenuhnya mendukung langkah anaknya untuk terus berkembang dan belajar.
Baca Juga:
Ditulis oleh: Surni - Lombok Project
Diedit oleh: F&C Dept. Team
Penyaluran Minat Bakat Anak di MCLC
MCLC merupakan inisiasi program CSR In Journey Tourism Development Corporation (ITDC), tempat dimana anak-anak dapat belajar dan aman dalam mengisi waktu luangnya. Keberadaan MCLC ini bertujuan untuk mencegah peningkatan jumlah pedagang anak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang merupakan kawasan pariwisata. Dimana pekerja anak rentan terjadi di kawasan pariwisata, sehingga ITDC dan GNI hadir untuk terlibat dalam penanganannya.Tempat ini menjadi sarana bermain dan belajar anak-anak untuk mendapatkan haknya. Salah satu program MCLC adalah pengembangan minat dan bakat melalui pertunjukan seni lokal. Selama beberapa bulan terakhir, anak binaan MCLC belajar berbagai kesenian dari menari dan bermain musik hingga akhirnya mereka dapat menampilkan kebolehannya di acara 18 Desember 2025 lalu.
Dukungan Ibu yang Menyertai
Penonton dari berbagai kalangan datang, ada Orang tua, teman, dan kerabat dekat hadir memberikan dukungan kepada anak-anak binaan MCLC, terutama dari sosok orang tua yang setia menunggu dengan doa dan harapan.
Salah satunya adalah Inaq Reni, seorang ibu yang dengan gugup berdiri di pinggir panggung, menantikan giliran anaknya tampil menari. Rasa cemas perlahan berubah menjadi kebanggaan. Raut wajahnya tak mampu menyembunyikan haru ketika sang anak dengan percaya diri menarikan tarian dengan indah di hadapan penonton.
“Saya sangat bangga dan terharu melihat anak saya berani tampil di depan banyak orang,” tutur Ibu Inaq Reni. Sehari-hari Ibu Inaq Reni berjualan di sekitar Pantai Kuta dan bertani, melihat anaknya dapat bersinar dan bahagia menjalani apa yang anaknya suka, membuatnya merasa amat bangga.
Baginya, dukungan adalah bentuk cinta yang tak bersyarat. “Saya akan selalu mendukung apa pun kegiatan anak di MCLC, harapan saya anak bisa lebih giat berlatih dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai pelajar.”
Ia bersyukur anak mengikuti kegiatan di MCLC dan dapat menerangi panggung dengan senyum dan penampilannya. ia sepenuhnya mendukung langkah anaknya untuk terus berkembang dan belajar.
Baca Juga:
Dari Kursi Sekolah ke Mesin Kopi: Perjalanan Anak Sponsor Menjadi Profesional
Gerakan Ekoliterasi: Transformasi SDN 1 Rempek, Dari Gerbang Sekolah Menuju Perubahan Desa
Ditulis oleh: Surni - Lombok Project
Diedit oleh: F&C Dept. Team
ID
EN