Semangat Kartini Muda untuk Masa Depan Anak Enrekang

thumb-1
thumb

By Gugah Nurani Indonesia

28 April 2025

513 Views

Hingga saat ini, semangat Kartini masih terus mengalir dalam mimpi para perempuan Indonesia. ‘Habis gelap, terbitlah terang’, suatu ungkapan yang terus menginspirasi kita semua untuk terus berjuang untuk masa depan perempuan dan masa depan Indonesia yang lebih cerah. 

Semangat Kartini ini, juga mengalir dalam diri Nurul Aqilah, yang akrab disapa Qila. ia memiliki mimpi besar dalam memperbaiki kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak-anak Enrekang—Tanah kelahirannya.  
 

Tumbuhnya Semangat Kartini 

Sejak 2013, Nurul Aqila sudah menjadi anak sponsor Gugah Nurani Indonesia. Saat itu Usianya masih 9 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SD. Melalui berbagai kegiatan yang ia ikuti, semangat Kartininya tumbuh menjadi kontribusi nyata untuk masa depan anak-anak Enrekang. 

Selama menjadi anak sponsor GNI, Aqila sering mendapatkan hadiah. Ia juga mengenang saat itu ada program makanan gratis dan pembagian susu. Hal-hal ini membuatnya merasa senang karena banyak kebutuhannya yang tercukupi. Namun, ada satu hal yang sangat ia ingat saat masih menjadi anak sponsor GNI. 

Aqila pernah menerima sebuah surat. Surat tersebut adalah kali pertama Aqila mendapatkan surat berbahasa asing. Tak hanya surat, di dalam amplop juga terselip foto seorang perempuan yang sangat cantik. Kiriman tersebut berasal dari sponsor Aqila, seorang perempuan Korea yang aktif bekerja. Hal ini membuat Aqila termotivasi. Ia sangat senang hingga sering membawa surat itu ke sekolah. 
 

Awal Langkah Berkontribusi

Selama menjadi anak sponsor Aqila sering melihat kegiatan GNI. Hal ini membuatnya tertarik untuk ikut serta dalam kegiatan GNI lainnya. “Saya senang rasanya bisa bertemu dan bermain dengan anak-anak sponsor yang masih kecil.” Hal ini mendorong Aqila untuk berkontribusi lebih dan memutuskan untuk menjadi volunteer GNI, “Akhirnya saya bsia menjadi bagian Volunteer rresmi GNI pada 2023 lalu, Senang bisa terlibat langsung dalam membantu masa depan anak Indonesia.” 

Mengikuti kegiatan-kegiatan sebagai volunteer GNI, membuat Aqila melihat keadaan nyata kondisi anak-anak Enrekang yang banyak mengalami stunting dan malnutrisi. “Saya sedih sekali, jika kedepannya anak-anak Enrekang tidak terjamin kecukupan gizi dan tumbuh kembangnya”. 
 

Kontribusi untuk Kesehatn Anak Enrekang

Hal tersebut menjadi bahan bakar semangatnya untuk berkontribusi lebih jauh untuk masa depan anak Enrekang. Ia akhirnya memutuskan untuk ambil jurusan kesehatan masyarakat. “Saya ingin sekali turun ke masyarakat untuk mencegah kondisi ini menjadi semakin buruk. Dengan saya belajar mengenai gizi, semoga saya bisa berkontribusi agar masyarakat lebih memperhatikan kebutuhan gizi dan tumbuh. Kembang anak-anak Enrekang. Sehingga, anak-anak Enrekang memiliki masa depan yang lebih baik.” 

Semoga niat baik Aqila untuk meningkatkan kesehatan anak Enrekang dapat terwujud. Mari, kita dukung kesehatan anak Indonesia untuk masa depan yang lebih cerah. 

Baca Juga:

Mimpi Jumani untuk Mengabdi yang Menginspirasi

Koperasi GMJ (Gugah Mandiri Jeneponto) Menyulap Hobi Jadi Cuan

Ditulis dan diedit oleh: Tim FD

Tags:

WhatsApp