Panduan Keamanan Digital yang Harus Dipahami Orang Tua
By Gugah Nurani Indonesia
15 June 2026
35 Views
Untuk memperkuat keamanan digital anak, pemerintah mengeluarkan aturan baru yang mendorong platform digital—seperti YouTube, TikTok, dan Instagram—untuk menonaktifkan akun milik anak berusia di bawah 16 tahun, serta menerapkan verifikasi usia yang lebih ketat.
Aturan ini diterbitkan melalui Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 sebagai turunan dari PP Tunas (PP Nomor 17 Tahun 2025).
Tujuan dari adanya peraturan ini adalah untuk melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai dan meminimalisir risiko penyalahgunaan data pribadi. Namun, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan keamanan digital anak itu?
Keamanan digital anak juga mencakup perlindungan dari risiko seperti eksploitasi, perundungan daring, hingga penyalahgunaan informasi pribadi. Dengan begitu, keamanan digital anak dapat dipahami sebagai kombinasi antara perlindungan, edukasi, dan peran aktif orang tua dalam mendampingi anak saat beraktivitas di ruang digital.

Keamanan digital anak menjadi semakin penting karena internet sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, baik untuk hiburan maupun belajar. Namun, tidak semua informasi di dunia digital aman atau sesuai untuk anak, sehingga tanpa pengawasan yang tepat, risiko paparan konten negatif tetap ada.
Untuk menjaga anak tetap aman di dunia digital, pemahaman orang tua terhadap teknologi juga berperan besar dalam hal ini. Dengan literasi digital yang cukup, orang tua dapat lebih mudah mengawasi aktivitas anak, seperti menggunakan fitur parental control, mengenali tanda-tanda cyberbullying, serta mengingatkan anak untuk tidak sembarangan membagikan informasi pribadi.
Selain itu, kemampuan orang tua dalam memahami teknologi juga membantu mendukung proses belajar anak yang kini banyak dilakukan secara online. Dengan pendampingan yang tepat, anak tidak hanya lebih aman saat berinternet, tetapi juga dapat memanfaatkan teknologi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
1. Konten Tidak Sesuai Usia
Anak dapat dengan mudah mengakses konten yang mengandung kekerasan, pornografi, atau informasi yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
2. Cyberbullying
Perundungan di dunia maya sering terjadi melalui komentar, pesan pribadi, atau unggahan di media sosial. Jika dibiarkan, cyberbullying dapat berdampak serius pada kesehatan mental anak.
3. Pencurian Data Pribadi
Anak sering kali belum memahami pentingnya menjaga privasi. Mereka bisa saja membagikan informasi pribadi tanpa menyadari risikonya.
4. Interaksi dengan Orang Asing
Platform digital memungkinkan anak berkomunikasi dengan siapa saja, termasuk orang asing yang memiliki niat buruk. Anak-anak, dengan sifatnya yang cenderung polos dan mudah percaya, sering kali menjadi target manipulasi psikologis atau eksploitasi di dunia maya.
5. Kecanduan Gadget dan Internet
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengganggu aktivitas belajar, kesehatan fisik, hingga pola tidur anak.
Pada akhirnya, setiap langkah kecil yang kita ambil bersama masyarakat adalah fondasi penting untuk memperluas jangkauan perlindungan ini. Menjaga masa depan anak-anak Indonesia adalah perjalanan panjang, dan perjalanan ini akan menjadi lebih bermakna jika kita melangkah bersama.
Mari menjadi bagian dari cerita baik ini dengan mengenal lebih dekat program-program Gugah Nurani Indonesia. Cek, program terkait perlindungan dan keamanan anak GNI.
Baca Juga:
Aturan ini diterbitkan melalui Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 sebagai turunan dari PP Tunas (PP Nomor 17 Tahun 2025).
Tujuan dari adanya peraturan ini adalah untuk melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai dan meminimalisir risiko penyalahgunaan data pribadi. Namun, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan keamanan digital anak itu?
Apa Itu Keamanan Digital Anak?
Keamanan digital anak adalah upaya perlindungan ketika mereka mengakses internet, perangkat digital, dan platform online. Upaya perlindungan tersebut, termasuk melindungi dan menjaga data pribadi, keamanan berinteraksi, serta paparan konten.Keamanan digital anak juga mencakup perlindungan dari risiko seperti eksploitasi, perundungan daring, hingga penyalahgunaan informasi pribadi. Dengan begitu, keamanan digital anak dapat dipahami sebagai kombinasi antara perlindungan, edukasi, dan peran aktif orang tua dalam mendampingi anak saat beraktivitas di ruang digital.
Pentingnya Keamanan Digital Anak

Keamanan digital anak menjadi semakin penting karena internet sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, baik untuk hiburan maupun belajar. Namun, tidak semua informasi di dunia digital aman atau sesuai untuk anak, sehingga tanpa pengawasan yang tepat, risiko paparan konten negatif tetap ada.
Untuk menjaga anak tetap aman di dunia digital, pemahaman orang tua terhadap teknologi juga berperan besar dalam hal ini. Dengan literasi digital yang cukup, orang tua dapat lebih mudah mengawasi aktivitas anak, seperti menggunakan fitur parental control, mengenali tanda-tanda cyberbullying, serta mengingatkan anak untuk tidak sembarangan membagikan informasi pribadi.
Selain itu, kemampuan orang tua dalam memahami teknologi juga membantu mendukung proses belajar anak yang kini banyak dilakukan secara online. Dengan pendampingan yang tepat, anak tidak hanya lebih aman saat berinternet, tetapi juga dapat memanfaatkan teknologi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Jenis Ancaman yang Mengintai Anak di Ruang Digital
Ada berbagai jenis ancaman yang perlu diwaspadai oleh orang tua dalam menjaga keamanan digital anak. Berikut beberapa di antaranya:1. Konten Tidak Sesuai Usia
Anak dapat dengan mudah mengakses konten yang mengandung kekerasan, pornografi, atau informasi yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
2. Cyberbullying
Perundungan di dunia maya sering terjadi melalui komentar, pesan pribadi, atau unggahan di media sosial. Jika dibiarkan, cyberbullying dapat berdampak serius pada kesehatan mental anak.
3. Pencurian Data Pribadi
Anak sering kali belum memahami pentingnya menjaga privasi. Mereka bisa saja membagikan informasi pribadi tanpa menyadari risikonya.
4. Interaksi dengan Orang Asing
Platform digital memungkinkan anak berkomunikasi dengan siapa saja, termasuk orang asing yang memiliki niat buruk. Anak-anak, dengan sifatnya yang cenderung polos dan mudah percaya, sering kali menjadi target manipulasi psikologis atau eksploitasi di dunia maya.
5. Kecanduan Gadget dan Internet
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengganggu aktivitas belajar, kesehatan fisik, hingga pola tidur anak.
Peran Bersama dalam Mewujudkan Keamanan Digital Anak
Menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, termasuk di ruang digital, membutuhkan peran dari berbagai pihak. Gugah Nurani Indonesia (GNI) sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat hadir untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan ramah anak. Melalui fokus pada perlindungan tersebut, GNI berkomitmen untuk mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan anak, termasuk di era digital.Pada akhirnya, setiap langkah kecil yang kita ambil bersama masyarakat adalah fondasi penting untuk memperluas jangkauan perlindungan ini. Menjaga masa depan anak-anak Indonesia adalah perjalanan panjang, dan perjalanan ini akan menjadi lebih bermakna jika kita melangkah bersama.
Mari menjadi bagian dari cerita baik ini dengan mengenal lebih dekat program-program Gugah Nurani Indonesia. Cek, program terkait perlindungan dan keamanan anak GNI.
Baca Juga:
Wujudkan Surabaya Kota Ramah Anak melalui Sosialisasi Perlindungan Anak di Semampir
Mengenal Cara 25x1 Menit Agar Anak Terbuka pada Orang Tua
ID
EN