Dukungan Tanpa Akhir yang Mengiringi Perjalanan Alif dalam Membuka Usaha
By Gugah Nurani Indonesia
15 April 2026
24 Views
Alif Miftah Najmi Ali Sholihin, pemuda berusia 21 tahun. Sama seperti pemuda lainnya, setelah lulus dari bangku sekolah, kini Alif tengah berjuang untuk masa depannya dengan mengejar hal yang ia senangi.
Hingga saat ini ia masih menyimpan mobil-mobilan plastik kecil yang dikirim oleh “Kakak Sponsor” nya. Mainan itu lebih dari sekadar hiburan semata baginya. Mainan tersebut menjadi saksi dukungan dan perhatian hangat yang dia dapatkan dari “Kakak Sponsornya”. Baginya, tiap surat dan semangat yang diberikan terasa seperti pelukan hangat.

Ketika catatan “anak sponsor” resmi berakhir pada tahun 2022 saat ia lulus SMA, Alif mengira semua dukungan hangat itu akan berhenti. Namun, seperti sahabat setia, dukungan “Kakak Sponsor” nya melalui GNI tetap memberikan dampingan kepadanya.
Salah satu dampingan yang ia dapatkan adalah pelatihan komputer perkantoran yang membuka wawasan baru bagi Alif. Pelatihan ini membantu memberi bekal dan menyiapkan Alif untuk lebih percaya diri menyongsong masa depan.
Dalam perjalanan menata kariernya, Alif juga mendapat dukungan untuk mengembangkan minatnya. Alif memiliki ketertarikan untuk berbisnis. Melihat adanya jiwa wirausaha dalam diri Alif, GNI memberikan modal usaha berupa gerobak angkringan beserta bahan makanan untuk membuka usaha angkringan. Sejak saat itu Alif menjalankan usahanya sebagai pemilik angkringan.
Tak hanya bantuan modal yang ia dapatkan, Alif juga mendapat bekal soft skill. Ia dibimbing untuk mengembangkan dan mempertahankan usahanya, sehingga usahanya bisa berlanjut dan dijalankan secara mandiri.

Setiap tumpuk nasi bungkus yang ia lipat, ia teringat kembali tangan-tangan baik yang pernah hadir dalam hidupnya. Hal ini menjadi motivasi baginya untuk terus melanjutkan usahanya dan selalu menyempatkan diri untuk memberi uluran tangan pada orang lain.
Selain membuka angkringan, di sela-sela jam buka, ia menyisihkan waktu untuk menjadi relawan GNI, berbagi cerita dan tawa dengan anak-anak yang dulu persis seperti dirinya, dengan harapan menanam bibit keberanian dan impian besar, seperti yang dulu ditanamkan pada dirinya.
Baca Juga:
Ditulis dan diedit oleh: Fundraising and Communication Dept.
Bantuan Sebagai Anak Sponsor
Saat masih duduk di bangku SD, pada tahun 2011 Alif tergabung dalam program anak sponsor Gugah Nurani Indonesia (GNI). Sejak saat itu, Alif selalu rutin mengikuti cek kesehatan, mendapatkan dukungan alat sekolah, dan mendapatkan dukungan moral yang menemani langkah kecilnya.Hingga saat ini ia masih menyimpan mobil-mobilan plastik kecil yang dikirim oleh “Kakak Sponsor” nya. Mainan itu lebih dari sekadar hiburan semata baginya. Mainan tersebut menjadi saksi dukungan dan perhatian hangat yang dia dapatkan dari “Kakak Sponsornya”. Baginya, tiap surat dan semangat yang diberikan terasa seperti pelukan hangat.
Dukungan yang Tiada Akhir

Ketika catatan “anak sponsor” resmi berakhir pada tahun 2022 saat ia lulus SMA, Alif mengira semua dukungan hangat itu akan berhenti. Namun, seperti sahabat setia, dukungan “Kakak Sponsor” nya melalui GNI tetap memberikan dampingan kepadanya.
Salah satu dampingan yang ia dapatkan adalah pelatihan komputer perkantoran yang membuka wawasan baru bagi Alif. Pelatihan ini membantu memberi bekal dan menyiapkan Alif untuk lebih percaya diri menyongsong masa depan.
Dalam perjalanan menata kariernya, Alif juga mendapat dukungan untuk mengembangkan minatnya. Alif memiliki ketertarikan untuk berbisnis. Melihat adanya jiwa wirausaha dalam diri Alif, GNI memberikan modal usaha berupa gerobak angkringan beserta bahan makanan untuk membuka usaha angkringan. Sejak saat itu Alif menjalankan usahanya sebagai pemilik angkringan.
Tak hanya bantuan modal yang ia dapatkan, Alif juga mendapat bekal soft skill. Ia dibimbing untuk mengembangkan dan mempertahankan usahanya, sehingga usahanya bisa berlanjut dan dijalankan secara mandiri.
Melanjutkan Dukungan Baik Pada Anak lainnya

Setiap tumpuk nasi bungkus yang ia lipat, ia teringat kembali tangan-tangan baik yang pernah hadir dalam hidupnya. Hal ini menjadi motivasi baginya untuk terus melanjutkan usahanya dan selalu menyempatkan diri untuk memberi uluran tangan pada orang lain.
Selain membuka angkringan, di sela-sela jam buka, ia menyisihkan waktu untuk menjadi relawan GNI, berbagi cerita dan tawa dengan anak-anak yang dulu persis seperti dirinya, dengan harapan menanam bibit keberanian dan impian besar, seperti yang dulu ditanamkan pada dirinya.
Baca Juga:
From Zero to Hero: Kisah nyata Bapak Yosef Ampur sebagai anggota koperasi Legejur Lingko Mandiri
Dari Padang ke Top Premiere Cup Sepak Bola Jakarta: Perjalanan Aramico Meraih Mimpi Melalui Bantuan GNI
Ditulis dan diedit oleh: Fundraising and Communication Dept.
ID
EN