Dari Putus Sekolah Menjadi Wirausaha: Cerita Salfa Tumbuhkan Mimpi-mimpinya Kembali dari Akses Pelatihan
By Gugah Nurani Indonesia
8 October 2025
277 Views
Salfa merupakan seorang wanita muda berusia 22 tahun yang terlibat aktif dalam kegiatan pendampingan bisnis yang diselenggarakan oleh Gugah Nurani Indonesia Batavia Community Development Project (CDP). Di usianya yang masih muda ini, Salfa telah menjalankan usaha rumahan dan memiliki penghasilan yang dapat membantu dirinya sendiri dan keluarganya.
Perjalanan hidup Salfa tidaklah selalu mulus. Memutuskan untuk keluar dari sekolah formal bukanlah keputusan yang mudah untuk Salfa pada saat masih duduk di bangku SMP. Akan tetapi, pada saat itu, keputusan tersebut merupakan keputusan terbaik yang bisa Salfa dan keluarganya ambil untuk keluar dari masalah yang menggeluti mereka.
Kesempatan Kedua
Meski begitu, keluar dari sekolah bukanlah akhir, tapi titik balik bagi Salfa. Salfa tahu ia tidak boleh menyerah terhadap pendidikannya. Setelah melewati masa-masa sulit, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal, yakni kembali menempuh pendidikan di sebuah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Di sana, ia mengambil Paket B untuk menyelesaikan SMP.Menariknya, justru di sini Salfa mendapatkan lingkungan belajar yang mendukung dan teman-teman yang menyenangkan. Dikelilingi situasi yang mendukung, Salfa mulai bangkit. Perlahan, ia kembali merasakan makna belajar, dan yang terpenting, menemukan ruang yang lebih aman untuk dirinya.
Walaupun Salfa masih dapat kembali ke sekolah formal, dia memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di institusi yang sama untuk menyelesaikan Paket C—jalan alternatif yang memberinya kesempatan kedua.
Tumbuhnya Kembali Mimpi-mimpi Salfa
Setelah lulus dari Paket C, Salfa mulai mencari pekerjaan. Ia ingin mandiri dan membantu ekonomi keluarga. Namun di tengah pencarian, ia juga mencoba sesuatu yang lain: membuat dan menjual kue secara online melalui Instagram.Salfa menjalani ini karena dia memang memiliki ketertarikan tinggi dalam dunia kuliner sejak ia masih kecil. Pelan-pelan Salfa pun mulai mendapatkan berbagai macam pesanan dari teman dan tetangga. Hasilnya belum besar, tapi cukup membuatnya merasa berarti. Ada kepuasan tersendiri saat orang lain menikmati hasil tangannya.
Suatu hari, saat menggunakan media sosial, Salfa melihat sebuah postingan dari Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) mengenai pelatihan tata boga. Merasa tertarik dan ingin mengembangkan kemampuannya, ia pun langsung mendaftar. Tak disangka, ia lolos seleksi dan resmi menjadi peserta pelatihan.
Usaha Menggapai Mimpi
Selama mengikuti pelatihan di PPKD, dunia Salfa berubah. Ia tidak hanya belajar teknik memasak dan baking yang lebih profesional, tetapi juga mulai memahami standar kebersihan, penyajian, dan efisiensi produksi. Ia juga belajar bagaimana cara membuat produk-produk jualan yang lebih baik daripada yang sudah dia buat selama ini.
Pelatihan ini membuka matanya: bahwa passion-nya bisa menjadi profesi yang serius. Setelah menyelesaikan pelatihan, Salfa pun mendapatkan ijazah BNSPK yang dapat dia gunakan untuk mendaftar kerja. Ia juga mulai melihat peluang untuk mengembangkan bisnisnya hingga lebih besar lagi.
Hasil dari pelatihan langsung terasa. Kualitas kuenya meningkat pesat. Rasanya lebih enak, tampilannya lebih menarik, dan respon pelanggan pun makin positif. Tidak berhenti di sana, Salfa pun kembali menjalani pelatihan kewirausahaan dari PPUKM, dimana dia tidak hanya mendapatkan ilmu tambahan mengenai teknik memasak tetapi juga bantuan modal peralatan untuk mengembangkan usahanya.
Terbukanya Pintu-pintu Kesempatan
Tak lama setelah itu, Salfa kembali mendapat kesempatan emas: mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Gugah Nurani Indonesia Batavia CDP. Pelatihan kewirausahaan ini diselenggarakan oleh Batavia CDP untuk menjembatani pemuda-pemuda yang menjalani pelatihan di PPKD yang berniat untuk berwirausaha sesuai dengan kemampuannya.Gugah Nurani Indonesia Batavia CDP mengajarkan pemuda-pemudi tersebut, termasuk Salfa, mengenai hal-hal yang dibutuhkan oleh seorang pebisnis pemula untuk dapat berkembang dan sukses dalam menjalankan usaha di Jakarta. Selain itu, Batavia CDP membuka kesempatan bagi peserta-peserta pelatihan untuk mendaftarkan proposal bisnis mereka untuk mendapatkan dukungan modal dan pendampingan bisnis tersebut.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini, Salfa bersama seorang temannya membentuk suatu kelompok bisnis dengan cookies sebagai produk utamanya. Proposal bisnis mereka disetujui dan kelompok Salfa pun mendapatkan bantuan modal sebesar lebih dari 5 juta untuk menjalankan bisnis mereka.
Selain mendapatkan bantuan modal, Salfa bersama pemuda-pemuda lain yang proposalnya diterima tergabung dalam kelompok pendampingan bisnis Batavia CDP. Dalam forum ini, Salfa kembali menerima peran penting sebagai sekretaris grup. Salfa tidak hanya mendapatkan ilmu yang kontinyu, tetapi juga mendapatkan jaringan bisnis.
Di forum ini, para pemuda tersebut saling sharing untuk permasalahan yang mereka temui serta berusaha menemukan solusi bersama atas permasalahan tersebut. Hal terpenting yang Salfa selama berproses bersama Batavia CDP ialah cara memasarkan. Salfa jadi memahami pentingnya cara membuat konten untuk memasarkan produknya. Pendampingan ini tidak hanya menambah wawasannya di bidang bisnis, tetapi juga memperluas jejaring dan memperkuat mentalitas kewirausahaannya.
Perjalanan Salfa Membuka Usaha
Bermodalkan semangat dan dukungan dari berbagai pihak, Salfa mulai merintis usaha kue berbasis pesanan. Ia mengatur sistem pre-order, mulai mempromosikan produknya dengan lebih serius di media sosial, dan memperbaiki kemasan agar lebih profesional. Salah satu titik balik besar terjadi ketika PPKD mulai rutin memesan kue darinya untuk berbagai acara. Dukungan ini menjadi penyemangat besar—Salfa merasa diakui, dihargai, dan dipercaya.
Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Di tengah pertumbuhan usahanya, Salfa sempat jatuh sakit dan harus menghentikan kegiatan produksi untuk sementara waktu. Tapi berbeda dengan Salfa yang dulu, kini ia lebih kuat. Ia beristirahat sejenak, memulihkan diri, lalu kembali melanjutkan usahanya. Ia tahu bahwa apa yang sedang ia bangun adalah masa depannya.
Kini, rata-rata penghasilannya telah mencapai Rp3 juta per bulan. Angka itu mungkin tidak terlihat besar bagi sebagian orang, tetapi bagi Salfa, itu adalah hasil kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk bangkit dari masa lalu. Penghasilan tersebut ia gunakan untuk membantu biaya kebutuhan rumah tangga dan dirinya sendiri. Ia bangga bisa menjadi tulang punggung keluarga, meski masih muda.
Tujuan Mulia dari Memaknai Perjalanan dan Mimpi
Lebih dari sekadar pencapaian materi, perubahan terbesar dalam hidup Salfa adalah pada dirinya sendiri. Jika dulu ia adalah remaja pemalu, mudah cemas, dan merasa tidak percaya diri karena pengalaman di-bully, kini ia berdiri tegak sebagai perempuan muda yang mandiri, percaya diri, dan penuh cita-cita. Ia sudah tidak lagi takut dengan masa lalu. Justru, masa lalunya menjadi sumber kekuatan.Saat ini, Salfa tengah menabung dari hasil usahanya dengan tujuan yang sangat mulia: melanjutkan kuliah di bidang psikologi. Ia ingin suatu hari nanti menjadi seorang psikolog yang bisa membantu anak-anak yang pernah mengalami masalah seperti dirinya dulu. Ia tahu persis bagaimana rasanya tersisih, kehilangan arah, dan merasa sendirian. Kini, ia ingin hadir sebagai sosok yang bisa menjadi pendengar dan penyembuh bagi mereka yang tengah berjuang.
Kisah Salfa adalah bukti bahwa luka masa lalu tidak harus menjadi akhir cerita. Dengan lingkungan yang mendukung, kesempatan yang terbuka, dan tekad yang kuat, setiap orang bisa bangkit dan menulis ulang takdirnya. Dari seorang anak putus sekolah, Salfa kini menjelma menjadi simbol harapan, perubahan, dan ketangguhan.
Ia tidak hanya berhasil membangun usaha, tetapi juga membangun kembali dirinya. Dan dalam proses itu, ia memberi inspirasi bagi banyak orang—bahwa semua orang berhak memiliki kesempatan kedua, dan bahwa harapan itu nyata.
Baca Juga:
Dari Borong ke Langit: Perjalanan Yohana Fransiska, Mantan Anak Sponsor GNI
Pemberian Hadiah yang Mengubah Kehidupan: Kisah Febriyanto Mansyur dan Dukungan Gugah Nurani Indonesia (GNI)
Ditulis oleh: Hanita Putra Djaya - MELA Officer
Diedit oleh: FD Team
ID
EN