Dari Borong ke Langit: Perjalanan Yohana Fransiska, Lulusan Program Sponsor Anak GNI

thumb-1
thumb

By Gugah Nurani Indonesia

8 August 2025

564 Views

Yohana Fransiska Amut, seorang gadis asal Borong, Manggarai Timur, mungkin dulu tak pernah membayangkan dirinya akan bekerja di bandara internasional sebagai pengawas check-in counter untuk maskapai tujuan Korea Selatan. Namun, perjalanan hidupnya telah membawanya jauh dari kampung halaman — dan semua itu dimulai dari sebuah surat kecil yang dikirim oleh seorang sponsor di belahan dunia yang jauh.

Yohana pertama kali terdaftar sebagai anak sponsor di Gugah Nurani Indonesia (GNI) pada tahun 2014, saat usianya masih remaja. Ia menyelesaikan pendampingannya pada tahun 2021, ditandai dengan surat terima kasih terakhirnya kepada sang sponsor. Kini, kenangan masa itu masih ia simpan dengan hangat di hati.

"Bukan cuma bantuan pendidikan yang aku dapat dari GNI," tutur Yohana dengan mata berbinar. "Tapi juga perhatian, kasih sayang, dan dukungan psikologis. Kakak-kakak GNI sudah seperti keluarga sendiri."
 

Momen Indah yang Menghangatkan  

Salah satu momen yang paling membekas dalam ingatannya adalah ketika ia menerima surat dari sponsornya yang tinggal di luar negeri — negara yang bahkan belum pernah ia dengar namanya waktu itu. Surat-surat itu datang secara berkala, membawa pesan-pesan hangat yang membuatnya merasa dihargai dan tidak sendirian.

"Rasanya seperti punya sahabat di ujung dunia sana yang peduli dengan aku," kenangnya sambil tersenyum.

Selama menjadi anak sponsor, GNI tidak hanya membantu biaya pendidikan Yohana, tetapi juga rutin memberikan bantuan seperti hygiene kit dan bahan pangan untuk keluarganya. Bahkan ketika ia bersekolah di luar wilayah kerja GNI Borong, para staf GNI tetap berupaya mengirimkan surat, hadiah dari sponsor, hingga memfasilitasi pemeriksaan kesehatan rutin.

Ia masih ingat betul momen-momen lucu dan menghangatkan hati bersama kakak-kakak GNI — seperti ketika mereka datang ke rumahnya hingga malam, duduk bersama keluarganya, berbagi cerita dan tawa. Namun, momen yang paling bermakna baginya adalah ketika tim GNI turut mendampingi ayahnya memulai usaha bertani melon, sebuah titik balik yang membantu keluarga mereka bangkit secara ekonomi setelah sang ayah berhenti menjadi sopir.
 

Kisah Inspiratif Yohana

 
Kisah Inspiratif Yohana, Anak Sponsor GNI


Kini, Yohana tinggal di Bali. Ia meniti kariernya dari nol hingga akhirnya dipercaya sebagai pengawas counter check-in. Jalan menuju posisinya sekarang tidak selalu mulus. Ia sempat ditolak beberapa kali saat melamar pekerjaan dan nyaris menyerah untuk pulang ke kampung halaman. Namun semangat juang, dukungan keluarga, dan keyakinannya membawanya melewati semua rintangan.

"Pernah suatu kali aku salah input data penumpang dan harus tanggung jawab penuh dengan mengganti biaya penalti. Rasanya berat, tapi aku jadikan pelajaran. Sejak itu aku jadi lebih teliti dan bertumbuh dalam pekerjaanku."

Berkat kerja kerasnya, Yohana bahkan berhasil membiayai kuliahnya sendiri dan merayakan wisuda tanpa bantuan finansial dari keluarga. Lebih membanggakan lagi, ia bisa membawa ayahnya datang ke Bali untuk menyaksikan momen penting itu — semua dari hasil jerih payahnya sendiri.

Kini, Yohana menikmati pekerjaannya dan tengah merancang langkah selanjutnya: melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Apa pun yang aku capai sekarang, tidak lepas dari peran GNI dan orang-orang baik yang hadir dalam perjalanan hidupku," ucapnya penuh syukur.

Yohana adalah bukti nyata bahwa dampak dari program sponsorship tidak berhenti ketika masa pendampingan usai — ia tumbuh menjadi sosok yang kuat, mandiri, dan penuh semangat untuk terus melangkah maju. Dari Borong hingga langit-langit dunia, kisah Yohana adalah kisah harapan yang hidup.

Ditulis oleh: Hendi Rintoko, CDP Borong
Diedit oleh: Tim FD


Baca Juga:

Pemberian Hadiah yang Mengubah Kehidupan: Kisah Febriyanto Mansyur dan Dukungan Gugah Nurani Indonesia (GNI)
Sepasang Sepatu Baru untuk Langkah Meraih Impian
 

Tags:

WhatsApp