Bantuan Psikososial untuk Anak Terdampak Bencana Sumatera
By Gugah Nurani Indonesia
15 December 2025
448 Views
Di akhir November 2025 bumi pertiwi dilanda bencana kembali. Sejumlah wilayah di pulau Sumatera mengalami longsor dan banjir besar. Berdasarkan data terakhir pada 12 Desember 2025 terdapat 995 korban meninggal dan 226 orang menghilang. Kegiatan masyarakat terpaksa berhenti, dari mata pencaharian hingga kegiatan belajar mengajar. Anak-anak terdampak bencana Sumatera kini bernaung di posko pengungsian.
Pada masa darurat dan pemulihan, anak-anak merupakan kelompok paling rentan, hak-haknya sering kali terabaikan terutama di tempat pengungsian. Rutinitas sehari-hari anak seperti belajar dan bermain lenyap berganti dengan ketakutan dan kekhawatiran.

Bangunan sekolah rusak dan peralatan belajar hanyut bersama air. Setidaknya terdapat 581 bangunan pendidikan yang rusak karena bencana ini. Melihat kondisi ini dan guna memberi ruang aman bagi anak, Gugah Nurani Indonesia mengirimkan tim emergency response.
Di awal kedatangan, tim emergency response melakukan asssesment untuk mengetahui kebutuhan masyarakat khususnya anak di daerah terdampak. Pada 10 - 12 Desember 2025 Gugah Nurani Indonesia melakukan intervensi untuk membantu anak terdampak bencana Sumatera, khususnya di daerah Langkat.
Salah satu bantuan yang dilakukan adalah pendistribusian non-food item berupa peralatan sekolah kepada 300 anak. Peralatan sekolah yang diberikan berupa satu paket buku tulis, penggaris, pensil, pulpen, rautan, dan penghapus.

Anak terdampak bencana tak hanya mengalami luka fisik, mereka juga mengalami luka psikis, seperti trauma dan kecemasan berkepanjangan. Terdapat beberapa hal yang sering dialami oleh anak-anak terdampak bencana di antaranya ada gangguan tidur, gangguan makan, perubahan perilaku, dan menutup diri. Dalam masa seperti ini penting adanya dukungan dan rangkulan dari orang-orang sekitar untuk membantu anak memproses emosi dan beradaptasi dengan keadaan.
Oleh Karena itu, selain memberikan bantuan materil, Gugah Nurani Indonesia juga memberi dukungan psikologis melalui bantuan psikososial pada anak-anak terdampak. Aktivitas ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengatasi tekanan stress dan trauma akibat bencana. Kegiatan psikososial dilakukan di daerah Tanjung Pura dan Hinai dan terdapat 300 anak mengikuti kegiatan psikososial ini.

Gugah Nurani Indonesia melaksanakan kegiatan psikososial dengan metode melalui storytelling dengan boneka yang dikemas secara menarik dan terapeutik. Metode psikososial ini memilki pendekatan yang interaktif. Anak diajak untuk aktif berpartisipasi dan berinteraksi dengan satu sama lain. Selain itu, anak-anak juga diajak untuk menggambar perasaan mereka saat bencana terjadi yang dilanjutkan dengan kegiatan bernyanyi bersama.
Melalui kegiatan psikososial kita dapat membantu anak memproses dan mengekspresikan emosinya dengan baik serta mendorong interaksi sosial yang mendukung. Sehingga, anak tidak merasa sendiri. Tak hanya itu, aktvititas ini juga bertujuan untuk membentuk lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak yang dapat membantu pemulihan psikologis mereka.

Guna memberikan bantuan yang berkelanjutan dan menciptakan kemandirian masyarakat. Gugah Nurani Indonesia memberikan pelatihan penerapan psikososial kepada ibu-ibu PKK. Harapannya agar anak-anak bisa tetap mendapatkan dukungan psikis kedepannya dan masyarakat mengetahui cara memberikan dukungan psikososial pada anak secara mandiri.
Mari, terus bekolaborasi dalam ciptakan ruang aman bagi anak dan memastikan setiap anak mendapatkan haknya di masa darurat seperti ini.
Baca juga:
Pada masa darurat dan pemulihan, anak-anak merupakan kelompok paling rentan, hak-haknya sering kali terabaikan terutama di tempat pengungsian. Rutinitas sehari-hari anak seperti belajar dan bermain lenyap berganti dengan ketakutan dan kekhawatiran.
Bantuan Materil untuk Anak Terdampak Bencana

Bangunan sekolah rusak dan peralatan belajar hanyut bersama air. Setidaknya terdapat 581 bangunan pendidikan yang rusak karena bencana ini. Melihat kondisi ini dan guna memberi ruang aman bagi anak, Gugah Nurani Indonesia mengirimkan tim emergency response.
Di awal kedatangan, tim emergency response melakukan asssesment untuk mengetahui kebutuhan masyarakat khususnya anak di daerah terdampak. Pada 10 - 12 Desember 2025 Gugah Nurani Indonesia melakukan intervensi untuk membantu anak terdampak bencana Sumatera, khususnya di daerah Langkat.
Salah satu bantuan yang dilakukan adalah pendistribusian non-food item berupa peralatan sekolah kepada 300 anak. Peralatan sekolah yang diberikan berupa satu paket buku tulis, penggaris, pensil, pulpen, rautan, dan penghapus.
Bantuan Psikososial untuk Anak Terdampak Bencana

Anak terdampak bencana tak hanya mengalami luka fisik, mereka juga mengalami luka psikis, seperti trauma dan kecemasan berkepanjangan. Terdapat beberapa hal yang sering dialami oleh anak-anak terdampak bencana di antaranya ada gangguan tidur, gangguan makan, perubahan perilaku, dan menutup diri. Dalam masa seperti ini penting adanya dukungan dan rangkulan dari orang-orang sekitar untuk membantu anak memproses emosi dan beradaptasi dengan keadaan.
Oleh Karena itu, selain memberikan bantuan materil, Gugah Nurani Indonesia juga memberi dukungan psikologis melalui bantuan psikososial pada anak-anak terdampak. Aktivitas ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengatasi tekanan stress dan trauma akibat bencana. Kegiatan psikososial dilakukan di daerah Tanjung Pura dan Hinai dan terdapat 300 anak mengikuti kegiatan psikososial ini.

Gugah Nurani Indonesia melaksanakan kegiatan psikososial dengan metode melalui storytelling dengan boneka yang dikemas secara menarik dan terapeutik. Metode psikososial ini memilki pendekatan yang interaktif. Anak diajak untuk aktif berpartisipasi dan berinteraksi dengan satu sama lain. Selain itu, anak-anak juga diajak untuk menggambar perasaan mereka saat bencana terjadi yang dilanjutkan dengan kegiatan bernyanyi bersama.
Melalui kegiatan psikososial kita dapat membantu anak memproses dan mengekspresikan emosinya dengan baik serta mendorong interaksi sosial yang mendukung. Sehingga, anak tidak merasa sendiri. Tak hanya itu, aktvititas ini juga bertujuan untuk membentuk lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak yang dapat membantu pemulihan psikologis mereka.
Bantuan Berkelanjutan

Guna memberikan bantuan yang berkelanjutan dan menciptakan kemandirian masyarakat. Gugah Nurani Indonesia memberikan pelatihan penerapan psikososial kepada ibu-ibu PKK. Harapannya agar anak-anak bisa tetap mendapatkan dukungan psikis kedepannya dan masyarakat mengetahui cara memberikan dukungan psikososial pada anak secara mandiri.
Mari, terus bekolaborasi dalam ciptakan ruang aman bagi anak dan memastikan setiap anak mendapatkan haknya di masa darurat seperti ini.
Baca juga:
Bantuan Psikososial Anak Pasca Gempa Kabupaten Bandung
Dampak Gempa Bumi Pada Psikologis Anak
Ditulis dan diedit oleh: Tim F&CD
ID
EN