Pada tanggal 20-21 September 2014 yang lalu, bertempat di Hotel Aston Rasuna, Jakarta, Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) mengadakan sebuah acara tahunan berupa Konferensi Komite Pemberdayaan Masyarakat yang pada kali ini bertajuk “Perlindungan Anak, Peningkatan Kesejahteraan, dan Program Berkelanjutan melalui Partisipasi Masyarakat Aktif”.  Acara ini dihadiri oleh 37 orang Komite Pemberdayaan Masyarakat sebagai perwakilan dari 15 komunitas dampingan GNI, mulai dari Meulaboh, Aceh, sampai Borong, Manggarai Timur.

GNI sebagai organisasi non-pemerintah yang berusaha mengusung terpenuhinya Hak Anak melalui pemberdayaan masyarakat sampai saat ini telah mensponsori kurang lebih 15.000 anak di 15 komunitas dampingan. Dalam rangka memenuhi tugasnya, GNI memerlukan peran aktif dari masyarakat untuk menjamin tercapainya Hak Anak tersebut. Maka dari itu, GNI bersama para kepala desa dan pemimpin setempat mendorong terbentuknya Komite Pemberdayaan Masyarakat (Community Development Committee atau CDC) sebagai perwakilan dari masyarakat yang terlibat  dalam setiap kegiatan – mulai dari perencanaan, implementasi, dan monitoring serta evaluasi program-program bersama. Pada dasarnya, keberdayaan masyarakat tidak akan tercapai jika tidak ada figur-figur dari masyarakat yang juga berperan aktif dalam menjalankan program pemberdayaan itu sendiri.

Mengingat betapa besar dan pentingnya peran CDC, GNI berinisiatif untuk mengadakan konferensi tahunan yang merupakan wadah bagi para anggota CDC untuk bertukar ilmu, pengalaman, dan wawasan. Tema konferensi kali ini mengerucutkan peran CDC ke dalam tiga sasaranpokok: peningkatan pendapatan, perlindungan anak, dan integrasi antar-keduanya dalam program di komunitas. Dalam rangka mencapai ketiga sasaran pokok tersebut, GNI juga membagi hasil lokakarya wilayah Asia yang diikuti dua staf GNI sebelumnya. Hasil lokakarya tersebut diharapkan dapat menginspirasi CDC untuk membuat struktur yang dapat mewakili berbagai macam kelompok dalam masyarakat. Hal-hal ini disajikan dalam bentuk presentasi melalui tanya jawab interaktif dan tugas-tugas kelompok. Rangkaian ini dilakukan pada hari pertama konferensi.

Pada hari kedua, GNI bekerja sama dengan Yayasan Damandiri untuk mengajak para CDC terjun ke dalam studi lapangan ke komunitas dampingan Yayasan Damandiri yang disebut Posdaya Bungur, bertempat di RW 12, Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan. Yayasan Damandiri sendiri adalah sebuah yayasan lokal yang berkarya untuk mengembangkan sumber daya manusia melalui pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, keluarga, dan individu di seluruh Indonesia. Pada kesempatan kali ini, anggota CDC melihat langsung bukti nyata kerja masyarakat di sana, seperti pengelolaan PAUD, pemeliharaan tanaman obat keluarga, pengolahan sampah plastik, pembuatan pupuk, dan yang tidak kalah penting, antusiasme dan partisipasi warga dalam menjalankan kegiatan-kegiatan tersebut.

Di akhir acara, CDC mengaku banyak hal yang mereka pelajari dan tergeraknya hati mereka untuk makin mensukseskan program-program yang mereka rancang bersama GNI dan masyarakat, untuk masyarakat itu sendiri. Bapak Pramesa Narakusumo, selaku manajer departemen operasional GNI Kantor Pusat menantang para CDC supaya mereka makin terpacu untuk merealisasikan program yang mereka susun selama acara, agar di tahun depan Konferensi Komite Pemberdayaan Masyarakat dapat diadakan di komunitas dampingan GNI sendiri, karena pembelajaran akan lebih bermakna jika berangkat dari pengalaman sendiri. Mari kita lihat bersama tahun depan. Ayo Maju! (MFH).