Hari kemerdekaan Republik Indonesia yang dirayakan setiap tanggal 17 Agustus merupakan suatu momentum untuk mengenang peristiwa dimana bangsa kita bersatu menyatakan kesediaannya untuk menjadi satu Negara yang merdeka dari segala bentuk penjajahan. Peristiwa ini merupakan kelanjutan dari peristiwa Sumpah Pemuda, dimana bangsa Indonesia secara serentak menyatakan sebagai satu  bangsa, menggunakan satu bahasa dan satu tanah air.

Esensi dari perayaan kemerdekaan yang dilakukan setiap tahun ini adalah untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dan yang menjadi penting adalah generasi muda (anak-anak) mengerti dan akan melanjutkan nilai-nilai persatuan ini.

Berangkat dari kesadaran tersebut Sukabumi CDP bersama dengan masyarakat setempat dan sekolah MI Al- Amin, MI Cibeber Girang, SMP Qarbiyatul Falah, yang merupakan sekolah dari anak-anak dukungan Yayasan Gugah Nurani Indonesia, mengadakan sebuah perayaan Hari kemerdekan dengan tema “Melalui Semangat 17 Agustus Kita Tanamkan Jiwa Nasionalisme dengan Iman dan Taqwa” yang masih dikemas dalam nuansa Gerakan Dukungan 1 Hari untuk Anak.

Perayaan ini dibuka dengan acara doa dan dilanjutkan minum susu bersama kemudian konvoi sepeda hias yang  diikuti juga oleh rombongan anak-anak berpakaian adat. Mereka berkeliling desa Cibeber Girang. Setelah berkeliling anak-anak diajak berpartisipasi lomba-lomba tradisional yang juga biasa diadakan masyarakat Indonesia dalam menyambut hari kemerdekaan, seperti: lomba sepeda hias, lomba memecahkan balon, joged balon, balap kelereng, lomba makan kerupuk, dan berbagai lomba lainnya ditutup dengan lomba panjat pisang.

Beberapa staf dari Head office Yayasan Gugah Nurani Indonesia juga tampak hadir dalam kegiatan ini. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh Dahliana Simanulang (Team Manajer Fundraising Department) pada ibu Susilawati (Wakil Kepala SMP Qarbiyatul Falah) masyarakat serta sekolahnya sangat antusias  menyambut tawaran dari staf CDP Sukabumi untuk menggelar perayaan Hari kemerdekaan yang masih dikemas dalam nuansa Gerakan Dukungan 1 Hari untuk Anak pada tanggal 18 Agustus 2013.

Pada malam harinya kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah pada para pemenang lomba dan sambutan beberapa pejabat dan tokoh masyarakat setempat yang diselingi dengan pentas seni  yang menampilkan tarian tradisional dan modern dari anak-anak. Pidato dalam dua bahasa oleh anak-anak juga menjadi bagian dari acara ini. Acara Malam Perayaan Hari Kemerdekaan RI di Desa Cibeber Girang ini ditutup dengan nonton bareng Film-film Kemerdekaan.

Lomba-lomba yang diadakan pada perayaaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ini mengajarkan pada generasi muda (anak-anak) tentang nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Seperti lomba panjat pisang, anak-anak akan membentuk sebuah kelompok. Yang paling kuat berada di bagian paling bawah untuk menopang anak-anak lainnya di pundaknya, kemudian akan saling menyusul sampai anak yang berada pada posisi paling puncak dapat meraih hadiah-hadiah di atasnya kemudian membaginya pada orang-orang yang menunggu di bawah.

Lomba panjat pisang ini menjadi sebuah pelajaran sederhana bagaimana bangsa ini bekerjasama dengan mengupayakan kemampuan masing-masing untuk dapat meraih cita-cita bersama dan kemudian membagikan dengan adil hasil yang diraih untuk kepentingan bersama secara adil dan merata.

Semoga acara perayaan hari kemerdekaan ini akan dilestarikan dari tahun ke tahun, sehingga generasi muda bangsa Indonesia akan tetap menjunjung nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam suasana gembira ditengah himpitan modernisasi yang menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai kebersamaan. (Henricus M.W.P)